Data Produksi Pangan Kementan Tak Lengkap, Komisi IV Khawatir Semua Hasil Impor

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar meminta kejelasan data capaian produksi beberapa komoditas pangan kepada Kementerian Pertanian. Sebab, data yang dipaparkan Menteri Pertanian terkait progres capaian produksi beberapa komoditas pertanian tahun 2022, dianggapnya kurang lengkap.

"Contoh, kita bangga soal ayam. Berapa kontennya dalam negeri untuk ayam, itu harus bisa dipilah, saya khawatir ayam itu sepenuhnya impor, apa yang mau kita banggakan kalau semua impor," kata Mindo dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian di kantor DPR, Senin (16/1).

Di antaranya hanya disampaikan mengenai produksinya saja, misalnya untuk padi produksinya mencapai 55,44 juta ton atau 101,61 persen dari target 54,56 juta ton. Jagung produksinya 25,18 juta ton atau 109 persen melebihi dari target 23,10 juta ton.

Lalu, Kedelai 0,30 juta ton atau 107,14 persen dari target 0,28 juta ton. Bawang merah produksinya mencapai 1,72 juta ton atau 104,88 persen dari target 1,64 juta ton. Aneka cabai produksinya 2,73 juta ton atau mencapai 95,12 persen dari target 2,87 juta ton.

Selanjutnya, produksi kopi mencapai 0,79 juta ton mencapai target 100 persen, begitu pula dengan tebu produksinya 34,99 juta ton mencapai 100 persen, karet produksinya 3,38 juta ton, kelapa 2,79 juta ton, dan kakao juga produksinya mencapai 100 persen yakni 0,77 juta ton.

Untuk daging sapi dan kerbau produksinya 0,39 juta ton atau tidak mencapai target 0,44 juta ton. Daging domba dan kambing produksinya 0,08 juta ton juga tidak mencapai target 0,10 juta ton, sedangkan untuk produksi daging ayam ras pedaging melebihi target yakni 3,77 juta ton (106,50 persen dari target 3,54 juta ton), dan telur produksinya mencapai 6,32 juta ton melebihi target 5,71 juta ton.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]