Data Registrasi SIM Card Bocor, Kominfo sebut Hanya Pegang Data Agregat

Merdeka.com - Merdeka.com - Dirjen APTIKA Kominfo, Semuel A. Pangerapan kembali menegaskan bahwa Kominfo tidak memegang data registrasi SIM Card. Ia mengatakan, Kominfo hanya memegang data agregat pelanggan yang dilaporkan.

Hal ini mengacu pada Permen Kominfo Nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Dalam pasal 169, disebutkan bahwa Penyelenggara Jasa Telekomunikasi wajib menyampaikan laporan setiap tiga bulan kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Direktur.

"Data agregat itu misalnya jumlah pengguna di operator A ada berapa," kata Semuel dalam konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (5/9).

Berdasarkan dari beleid tersebut, laporan data Pelanggan Jasa Telekomunikasi khususnya untuk perorangan disebutkan paling sedikit memuat tentang identitas Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang melakukan Registrasi dan nomor Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number (MSISDN) atau nomor telepon yang digunakan.

Saat ini, Kominfo bersama Dukcapil, operator seluler, BSSN, dan cybercrime Polri telah melakukan rapat koordinasi untuk mengetahui sumber kebocoran. Diharapkan nantinya terjawab sumber kebocoran data tersebut.

Pria yang karib disapa Semmy ini pun mengatakan, bahwa pada dasarnya setiap kali ada kebocoran terdapat dua hal yang perlu diketahui. Pertama, adalah pelanggaran administratif dari penyedia layanan. Sesuai dengan UU ITE setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan kerahasiaannya.

"Kedua, pengendali harus memastikan jangan sampai tahu ada kebocoran data tapi belum ditutup. Itu tanggung jawab dia," jelas Semmy.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]