Data Terbaru Jumlah Kendaraan Listrik yang Sudah Mengaspal di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan menyebut, populasi kendaraan listrik yang sudah digunakan di Indonesia didominasi jenis sepeda motor. Berdasarkan data PLN terkini, terdapat 16.473 motor listrik yang telah mengaspal di Indonesia.

"Populasi kendaraan listrik sampai hari ini untuk roda dua sudah 16.000-an kendaraan," kata Doddy dalam Webinar Ruang Energi: Peran dan Dukungan PLN dalam Membangun Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik, Jakarta, Rabu (20/7).

Sementara itu, kendaraan listrik roda empat yang sudah beroperasi hanya 2.106 unit dan kendaraan roda tiga sebanyak 249 unit. Lalu bus listrik yang sudah digunakan baru 57 unit dan 9 unit untuk mobil barang.

Angka-angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan pemerintah. Kementerian Perindustrian menargetkan tahun 2030 jumlah populasi kendaraan listrik mencapai 3 juta unit.

Meski begitu, saat ini sudah ada 20 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan 30 tempat pengisian daya untuk kendaraan elektrik di Jakarta. Tahun ini PLN akan kembali membangun 7 SPKLU lagi di 5 titik.

"Tahun ini akan dibangun lagi 7 , termasuk dengan skema partnership di 5 titik," kata dia.

Pengisian Daya Menggunakan Aplikasi

Pengisian daya ini dikembangkan PLN menggunakan aplikasi, sehingga tidak membutuhkan operator (pegawai). Doddy meminta masyarakat pengguna kendaraan elektrik tidak khawatir terkait harga pengisian daya. Uang yang dibayar sesuai dengan jumlah daya yang diisi.

"Yang dipakai itu yang dibayar. Kalau tidak dipakai semua, tidak sampai full uangnya. Tidak hangus karena kelebihannya akan dikembalikan ke saldo kita karena bisa dilayani dengan electronic payment beberapa bank tertentu," tuturnya.

Untuk menambah SPKLU, PLN juga membuka kerja sama dengan pihak lain dengan skema franchise. Ada tiga pihak yang bisa menjadi investor yakni investor yang membeli alat, investor yang menyediakan lahan dan PLN sebagai pemilik sumber daya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sampai bulan Mei 2022 baru ada 580 SPKLU. Sedangkan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBBB) yang sudah beroperasi sebanyak 5.879.

Rencananya di tahun 2030, akan terbangun SPKLU dan penggunaan KLBB dengan perbandingan 1:10. Artinya 1 SPKLU akan melayani 10 kendaraan elektrik. Sehingga sampai akhir 2030 ditargetkan sudah ada 60 ribu SPKLU untuk melayani 600 ribu kendaraan listrik.

"Kalau mengandalkan PLN saja, dari teknis operasional dan finansial ini gak bisa berdiri sendiri makanya kami buka kerjasama dengan badan usaha lain," kata dia mengakhiri. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel