Data Terbongkar, Tentara China Siapkan Diri Hadapi 3 Perang Besar

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menghadapi risiko perang besar di tiga wilayah, Komisi Militer Pusat China (CMC) menginstruksikan peningkatan kemampuan tempur di seluruh matra Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Perintah langsung ini membuat militer China terus melakukan latihan tempur secara intensif, untuk menjawab tantangan tersebut.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Global Times, Komisi Militer Pusar China telah merilis garis besar penintkatan kemampuan tempur gabungan, Sabtu 7 November 2020.

Garis besar peningkatan kemampuan tempur gabungan, memuat konsep dan aturan, penjelasan tanggung jawab dasar, jawaban perntanyaan dasar sistem pertempuran di masa depan, dan peningkatan kesiapan perang.

Komisi Militer Pusat China menyadari bahwa, pertempuran yang akan terjadi di masa depan membutuhkan operasi gabungan yang terintegrasi dengan berbagai layanan. Analis militer China, Song Zhongping, meyakini upaya yang diambil oleh Komisi Militer Pusat meninjukkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China sudah mengikuti perkembangan zaman.

Seperti yang diketahui, China berambisi untuk mencaplok kembali wilayah Republik China (Taiwan) ke dalam wilayahnya. Untuk mewujudkan ambisinya, China tak hanya harus berhadapan dengan pasukan Angkatan Bersenjata Taiwan (ROC Armed Forces), tetapi juga armada tempur Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces).

"Latar belakang bagi PLA untuk menekankan kapasitas bersama pada tingkat setinggi itu adalah situasi yang semakin intensif, dan meningkatnya risiko konflik militer di beberapa wilayah terkait dengan China, seperti Selat Taiwan, Laut China Selatan, dan perbatasan China-India," ujar Song.

"Peningkatan kapasitas tempur gabungan PLA tidak hanya bertujuan memerangi separatis Taiwan dan pasukan asing yang ikut campur dalam masalah Taiwan. Tetapi yang lebih penting, untuk melindungi kepentingan kedaulatan, keamanan, dan pembangunan China," katanya.

Song juga menyatakan, menggerakkan seluruh unit tempur di seluruh kesatuan militer China sebelumnya menjadi titik kelemahan. Akan tetapi, saat ini militer China telah menyadari bahwa penyelesaian misi di bawah komando pusat dengan data terpadu adalah target yang utama.

"Pertempuran gabungan adalah subjek yang sangat sulit, yang sangat membutuhkan layanan yang berbeda dalam berkoordinasi dan bekerja sama, untuk menyelesaikan misi di bawah komando operasional dan data terpadu. Ini merupakan kelemahan PLA, karena dahulu hanya berfokus pada operasi layanan tunggal," kataSong.