Datangi Istana, Presiden Serikat Buruh Bantah Ditawari Masuk Kabinet

Dedy Priatmojo
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan akan tetap memilih berada di luar kabinet, sekalipun ditawari jabatan masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

Pernyataan itu dia sampaikan merespon isu reshuffle kabinet yang belakangan santer diperbincangkan. Terlebih dengan kedatangannya ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 14 Maret 2021

"Saya tidak berubah konsistensinya. Saya sudah menetapkan hati berada di luar kabinet. Merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apapun kepada presiden. Jadi kalau banyak pihak merasa lebih nyaman di kabinet, saya merasa nyaman berada di luar kabinet," kata Andi.

Andi yang juga merupakan Presiden Komisaris PT PP itu mengatakan pada awal penyusunan kabinet lalu, dirinya memang sempat ditawari masuk kabinet sebagai seorang wakil menteri.

Namun Ia menekankan lebih nyaman pada posisinya saat ini, berada di luar sebagai Presiden Komisaris BUMN, dan Presiden buruh.

"Saya merasa lebih nyaman berada di luar kabinet. Kalau untuk urusan reshuffle kita serahkan semuanya kepada presiden, dan saya yakin presiden akan memutuskan yang terbaik," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Andi Gani mengaku bertemu dengan sejumlah menteri dan pejabat Istana terkait pembentukan Satuan Tugas Tunjangan Hari Raya atau THR.

Dalam waktu dekat pemerintah bakal membentuk Satgas THR yang awalnya diinisasi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

"Semoga Menaker segera menerbitkan Satgas THR yang juga diisi oleh buruh dan pengusaha. Jadi ada keseimbangan, bukan hanya oleh pemerintah," kata Andi Gani usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Rabu 14 April 2021.

Andi Gani juga menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen pemerintah. Komitmen itu kerap kali disampaikan oleh jajaran kabinet termasuk Presiden Jokowi yang mendorong para pengusaha membayar THR jelang hari raya Idul Fitri.

Satgas itu nantinya akan mengawasi para perusahaan bilamana bandel tak membayarkan tunjangan ke para pekerja. Keberadaan Satgas diharapkan diisi dari kalangan pengusaha dan pekerja dan pemerintah. (Ant)