Datangi Kantor PLN, Warga Pekanbaru Protes Tagihan Listrik Melonjak Tajam

Liputan6.com, Pekanbaru - Puluhan warga Pekanbaru menggeruduk kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Timur, Jalan Setia Budi. Mereka meminta penjelasan terkait naiknya tagihan listrik yang dinilai tidak masuk akal.

Satu per satu warga memperlihatkan bukti tagihan listrik naik ke petugas. Rata-rata mengaku pembayaran listrik bulan ini naik hingga ratusan persen karena mencapai Rp1,8 juta, di mana biasanya hanya membayar ratusan ribu.

Seperti diungkapkan warga bernama Erva. Setiap bulan, dirinya hanya membayar Rp600 ribu tapi bulan ini naik menjadi Rp1,8 juta, padahal pemakaian di rumahnya masih seperti biasa.

"Parah banget dah," ucap Elva sembari meminta petugas PLN memberi penjelasan sehingga bisa diterima akal.

Warga lainnya, Mona menyatakan bulan ini dirinya harus merogoh kocek hingga Rp 1,3 juta. Dua bulan sebelumnya, dia menyebut hanya membayar listrik Rp51 ribu per bulan.

"Kebetulan saya ngontrak rumah, baru pindah. Listriknya 900 watt, biasanya Rp51 ribu, tapi bulan ini terpaksa bayar Rp1,3 juta," kata Mona.

Kenaikan tak masuk akal juga dilontarkan Aisyah. Pada bulan ini dia membayar dua kali lipat tagihan listrik yaitu Rp 650 ribu, di mana bulan-bulan sebelumnya tak pernah lebih dari Rp300 ribu

Dia menyatakan, dalam bulan ini dan bulan sebelumnya pemakaian listrik di rumahnya tak ada yang berubah. Oleh karena itu, dia meminta PLN mengambil kebijakan yang tak membuat warga makin sulit di tengah pandemi Covid-19.

"Saat kondisi seperti ini seharusnya PLN meringankan beban hidup masyarakat, bukan sebaliknya," katanya.

Terkait keluhan warga ini, Manager Humas PLN Riau dan Kepulauan Riau, Tajuddin Nur, meminta masyarakat membuat laporan melalui situs www.pln.co.id atau call center 123. Khusus untuk Riau warga bisa menghubungi nomor telepon 0761123.

"Atau melalui aplikasi PLN Mobile atau melapor langsung ke ULP terdekat dengan membawa foto stand meter kondisi terbaru," kata Tajuddin.

Simak juga video pilihan berikut ini: