Datangi Pelatnas Atletik, Luhut Larang Zohri cs Makan Nasi Goreng

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Persaturan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Panjaitan memantau proses latihan atlet Palatnas Atletik di Sdtadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin 3 Mei 2021.

Kedatangan pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu sekaligus memberikan semangat pada dua atlet nasional asal Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri dan Sapwatturahman yang mewakili Indonesia dalam ajang uji coba Olimpiade Tokyo 2021.

Kompetisi uji coba bertajuk Continental Tour Gold Tokyo 2021 ini akan berlangsung pada 9 Mei di National Stadium Tokyo.

Ajang ini melombakan 11 nomor untuk putra, yaitu sprint 100m, 200m, 400m, 5.000m, lari gawang 110m dan 400m, 3.000m steeplechase, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan lompat galah.

Serta enam nomor pada sektor putri yaitu lari 1.500m, 5.000m, lari gawang 100m, 3.000m steeplechase, lompat jauh, dan lompat galah.

Dalam kunjungannya kali ini, Luhut memberikan semangat pada Zohri dan Sapwatturahman. Dia berjanji akan memberikan bonus kepada dua atlet tersebut jika meraih hasil apik di Continental Tour Gold Tokyo 2021.

"Saya yakin Zohri bisa masuk semifinal. tapi kalau dia bisa bikin di bawah 10 detik, akan kita kasih bonus lah. Sapwatturahman , dia 8,09 masih ada sedikit lagi dari limit yang harus dikejar. Nanti jika mereka berprestasi akan kita kasih bonus," kata Luhut.

Luhut juga tak lupa mengingatkan kebutuhan gizi dari seluruh atlet pelatnas. Dia melarang keras, Zohri cs untuk mengkonsumsi makanan yang berminyak, apalagi nasi goreng.

"Masalah gizi, saya diingatkan mereka sudah makan nasi goreng, dan lainnya. Ini tidak bisa. Karena atlet harus makan menu yang sesuai. Jadi memang mulut dan perutnya harus disesuaikan dengan menu yang disiapkan," ucap Luhut.

Untuk itu, Luhut menyebut PB PASI dalam waktu dekat bakal merekrut ahli gizi untuk memastikan para atlet mengkonsumsi makanan yang tepat sesuai kebutuhan. "Kalau tidak, kita tidak akan masuk kelas dunia. Kita akan begini-begini saja," jelasnya.