Datangi Pemkot Bandung, Ridwan Kamil Minta Pelayanan Publik Jangan Terhenti

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau dampak kebakaran di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung di Jalan Aceh Nomor 36.

Ridwan Kamil meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kegiatan pembangunan dan pelayanan publik Bappelitbang Kota Bandung tetap berjalan setelah kebakaran.

"Pertama, pelayanan publik dan kegiatan pembangunan jangan sampai terhenti, pasti bisa. Kalau masih bisa WFH maksimalkan dulu WFH," kata Ridwan Kamil, Selasa (8/11). Dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, Pemkot Bandung dapat memanfaatkan aset pemerintah kota maupun aset pemerintah provinsi sebagai tempat pelayanan sementara Bappelitbang.

"Yang kedua bisa digunakan aset Pemkot jika ada. Kalau tidak ada, aset Pemprov di Kota Bandung, saya kira ada beberapa yang bisa dimanfaatkan. Silakan saja, yang penting kegiatan pelayanan publik tidak terganggu," bebernya.

Dia juga meminta Pemkot Bandung berbenah untuk mencegah kejadian kebakaran berulang.

"Ini juga momentum untuk Pemda Kota Bandung mengecek alat-alat emergency dan safety-nya, serta mengaudit setiap tahun untuk jaga-jaga," ujarnya.

Ridwan Kamil mengapresiasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung yang mampu memadamkan api dengan cepat.

"Alhamdulillah sangat profesional, satu setengah jam api sudah padam menandakan kinerja Diskar PB Kota Bandung sangat luar biasa," lanjut Ridwan Kamil.

Selain itu, dia mengingatkan warga agar tidak datang untuk menonton saat terjadi kebakaran.

"Biasakan masyarakat Indonesia kalau ada kebakaran supaya menjauh, bukan jadi tontonan, bukan naik ke atap direkam, karena itu membahayakan. Jangan jadi korban dari menonton kebakaran," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna memastikan, Bappelitbang tetap menjalankan tugas dan fungsinya setelah bangunan kantor badan yang berada di kompleks Balai Kota Bandung dilalap api.

"Meski ada musibah, tapi fungsi Bappelitbang tetap berjalan," kata Ema di Balai Kota Bandung.

Ema mengatakan bahwa penentuan tempat pengalihan layanan Bappelitbang masih menunggu keputusan Wali Kota Bandung.

"Bertahap. Kalau Bappelitbang (kantor) tunggu arahan Wali Kota. Apakah di Tamansari atau sewa gedung. Ini masih dicari. Bahkan tadi Pak Gubernur menawarkan aset Pemprov Jabar bisa dimanfaatkan. Saya akan lapor dulu ke Wali Kota," katanya.

Namun demikian, ia mengatakan, untuk sementara Bappelitbang bisa menjadikan mantan rumah dinas Ketua DPRD Kota Bandung di Jalan Tamansari.

Ema menambahkan, pegawai Bappelitbang total 100 orang dan 83 orang di antaranya aparatur sipil negara.

Mengenai renovasi bangunan Bappelitbang, Ema mengatakan, harapannya bisa dilakukan secepatnya menggunakan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Untuk perbaikan kita lakukan secepatnya. Dana insya Allah ada, yakni dari dana BTT," ujarnya. [cob]