Daun bungkus Papua, ketika ukuran Mr P jadi masalah

MERDEKA.COM, Pria Indonesia yang termasuk dalam ras mongoloid dianugerahi dengan ukuran penis yang lebih kecil dibandingkan dengan pria di belahan bumi lain seperti Eropa dan Amerika. Bagi sebagian pria, ukuran itu tidak menjadi masalah, tapi bagi sebagian lain, ukuran menjadi lambang kejantanan.

Nah, kekhawatiran pria-pria akan ukuran penisnya seringkali membuat mereka tidak percaya diri. Berbagai cara pun dilakukan untuk memperbesar penis. Jika dulu terapi Mak Erot dari Sukabumi dan sekarang dilanjutkan cucunya begitu terkenal, belakangan ada alternatif lain untuk membesarkan alat kelamin pria. Efeknya bahkan instan dan permanen. Tanpa pantangan macam-macam pula.

Daun bungkus namanya. Daun ini sudah lama terkenal di wilayah Timur Indonesia, tepatnya di Papua. Bentuknya mirip daun sirih. Reaksi yang diberikan dari daun bungkus ini terbilang cepat. Konon, ada sensasi gatal dan panas yang dirasakan.

Ada dua cara menggunakannya. Pertama, daun dikerik bagian atasnya, kemudian diolesi minyak kelapa dan dibungkuskan ke Mr P. Cara yang kedua adalah dibuat semacam ramuan. Beberapa helai daun ditumbuk dan dicampur air. Kemudian dioleskan. Kedua metode ini relatif sama efeknya.

Walaupun efeknya instan, terapi daun bungkus tidak bisa dilakukan hanya sekali saja untuk mendapatkan perubahan ukuran penis yang diinginkan. Beberapa penjual ramuan daun bungkus yang banyak menawarkan dagangannya via online memberikan tips, untuk tahap awal terapi dilakukan secara berkala. Setiap 2 hari, dan tidak perlu tiap hari.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dan permanen, terapi ini harus dilakukan dalam beberapa kali. Hasil pada tiap orang bergantung kondisi mereka masing-masing. Jika sudah mendapatkan hasil yang diinginkan, menurut beberapa orang, terapi daun bungkus cukup dilakukan dalam beberapa bulan sekali.

Apa efek negatif dari terapi daun bungkus? Sejauh ini, belum ada yang menelitinya secara ilmiah. Kalangan medis memang belum melakukan penelitian khusus. Namun sejumlah kalangan meyakini terapi ini aman karena tidak melibatkan bahan-bahan kimia.

Meski begitu, setiap pilihan pasti ada risikonya. Seksolog Dr Boyke Dian Nugroho pernah mengingatkan, terapi daun bungkus berbahaya jika cara penggunaan salah. Bukannya berubah besar ukurannya, salah-salah Mr P malah rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

(dari berbagai sumber)

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.