Profil Petinju David Koswara yang Tumbang Dihajar Paspampres TNI

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nama mantan petinju Indonesia, David Koswara mendadak jadi bahan perbincangan hangat publik. Sebab, dia dibuat terkapar oleh petinju yang juga berstatus sebagai prajurit Paspampres TNI, Alam Saputra.

David yang sudah berusia 44 tahun menjalani pertarungan melawan Alam saat perebutan sabuk juara Tinju Nasional Championships KTPI 2021 yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan.

Keduanya bertarung dalam kelas berat +90,7 kilogram. Alam yang berusia 25 tahun dan menduduki ranking 8 kelas berat nasional akhirnya berhasil membuat David menyerah dalam dua ronde saja.

Mengutip Boxrec.com, pertandingan melawan Alam ini adalah yang pertama kali bagi David usai memutuskan untuk pensiun pada 2019. Saat itu dia berhadapan melawan petinju asal Kamboja, Eric Pen di Barangay Vergara Covered Court, Filipina.

Dalam pertarungan tersebut, David juga menelan kekalahan. Bahkan dia harus menyerah saat baru memasuki ronde pertama.

Memulai karier sejak 1998, pertandingan yang dijalani David menurut Boxrec.com sebanyak 30 kali. Catatannya 12 kali menang, 16 kalah, dan dua pertandingan berakhir imbang.

Petinju kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini pernah sampai pada puncak penampilan di akhir 2001 sampai 2002. Tiga pertarungan beruntun berhasil dimenangkannya.

Akan tetapi, pada 2005 dia sempat mengalami tiga kekalahan beruntun ditambah sekali pada 2007. Petinju Korea Selatan, Yoon Hyun-koo, dan Koji Sato asal Jepang adalah lawan yang memberinya kekalahan.

Selain bertarung di Filipina, Korea Selatan, dan Jepang. Arena luar negeri yang pernah dicicipi oleh David adalah Sport Palace Yunusabad, Tashkent, Uzbekistan pada 2001.

Kala itu dia bertarung menghadapi petinju tuan rumah, Farkhad Bakirov. Sayang, kekalahan TKO pada ronde ketiga jadi hasil akhirnya.

Sabuk juara PABA (Asia dan Pasifik)kelah menengah junior 69 kilogram juga pernah diraih oleh David pada 2001. Dia juga pernah menjadi wakil Indonesia pada ajang SEA Games 2013 Naypyidaw, Myanmar.