On This Day: AC Milan Bikin Liverpool Menderita di Liga Champions

·Bacaan 2 menit

VIVA – Rabu, 23 Mei 2007 mungkin bakal menjadi hari yang tak terlupakan bagi AC Milan. Bagaimana tidak, di hari tersebut, mereka mengklaim diri sebagai klub Italia tersukses di kompetisi Eropa terutama Liga Champions.

Pada hari tersebut, Milan tampil di partai final menghadapi Liverpool di Olympics Stadium, Athena, Yunani. Bisa dibilang, duel ini merupakan duel balas dendam.

Pasalnya, Milan sempat ditumbangkan Liverpool di final edisi 2005. Kala itu, Rossoneri sempat unggul 3-0 di babak pertama sebelum disamakan 3-3 dalam tempo enam menit di babak kedua.

Pada akhirnya, The Reds keluar sebagai pemenang setelah unggul lewat babak adu penalti atau tos-tosan.

Sejak awal, tekad tersebutlah yang diusung oleh Milan. Mereka tak ingin dua kali tumbang di final dari lawan yang sama.

"Fakta bahwa kami menghadapi Liverpool lagi berarti balas dendam sudah di depan mata. Tapi, kami sama sekali tidak dendam pada mereka. Kami tahu Anda bisa menang dan kalah dalam sepakbola," kata sang kapten, Paolo Maldini, kala itu, dilansir YouTube UEFA.

Tibalah waktunya hari pertandingan. Di hadapan 74 ribu penonton yang hadir di Olympics Stadium, Milan unggul lebih dulu jelang turun minum.

Filippo Inzaghi menaklukkan Pepe Reina dengan cara yang tak biasa. Andrea Pirlo menendang bola tendangan bebas yang membentur badan Inzaghi sebelum mengoyak gawang The Reds.

Babak kedua berjalan lebih sengit. Intensitas makin tinggi lantaran kedua tim membutuhkan gol. Milan untuk memastikan kemenangan, sedangkan Liverpool untuk memperpanjang napasnya.

Ternyata, Dewi Fortuna lebih berpihak pada Rossoneri. Inzaghi kembali membobol gawang Liverpool di menit 82 setelah menerima umpan Kaka.

Liverpool sendiri baru bisa membalas pada menit 89 melalui persembahan Dirk Kuyt.

"Selebrasi (gol kedua) merupakan klimaksnya, berlari seperti orang gila, berlutut, menangis, perasaannya sangat campur aduk," ujar Inzaghi.

"Mungkin, seluruh karier saya seakan berlari di pikiran saya, seluruh pengorbanan yang saya buat, saya memikirkan itu seluruh gol yang pernah saya buat, tapi pada akhirnya mereka dinilai layak untuk semua yang Anda bangun dari waktu ke waktu," jelasnya.

Sorak sorai Milan pun pecah setelah skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Rossoneri berhak keluar sebagai juara di musim 2007.

Hasil ini membuat Il Diavolo Rosso menahbiskan diri sebagai klub Italia tersukses di Eropa dengan catatan tujuh gelar juara Liga Champions. Hingga saat ini, belum ada klub Italia lainnya yang bisa menyamai catatan tersebut.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel