On This Day: Gempa Selamatkan Persib Bandung dari Degradasi

·Bacaan 1 menit

VIVAPersib Bandung pernah mengalami periode buruk di Divisi Utama Liga Indonesia 2006. Hampir sepanjang musim, Maung Bandung terpuruk di papan bawah dan berada dalam ancaman degradasi.

Hasil buruk yang diraih Persib sudah tercium sejak awal musim. Di bawah pelatih Risnandar, Maung Bandung kalah dalam dua laga kandang, takluk 1-2 dari PSIS Semarang dan 0-1 dari Persijap Jepara.

Persib akhirnya ditangani oleh Arcan Iurie. Sempat membaik, Maung Bandung kembali terpuruk di papan bawah. Ancaman degradasi mengintai.

Pada 27 Mei 2006, gempa besar melanda Yogyakarta. Akibatnya, sejumlah tim memutuskan untuk mundur dari kompetisi. Mereka adalah PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman dari Divisi Utama dan Persiba Bantul dari Divisi I.

Pasca gempa dan mundurnya beberapa tim asal Jawa Tengah, PSSI membuat keputusan kontroversial. Sistem degradasi dihapus dari kompetisi Liga Indonesia 2006.

Dihapuskannya degradasi membuat Persib bermain tanpa beban. Maung Bandung tampil lepas dengan menahan imbang 0-0 Sriwijaya FC di kandangnya dan menang 1-0 atas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim.

Dilansir situs resmi Persib, sepanjang Liga Indonesia 2006 Maung Bandung tampil buruk. Persib hanya mampu finis di posisi ke-12 Wilayah Barat dengan 29 poin dari 26 pertandingan, hasil 7 kali menang, 8 imbang dan 11 kali kalah. Persib hanya mampu mencetak 23 gol dan kebobolan 30 kali.

Pada musim tersebut, striker asal Maroko, Redoaune Barkaoui hanya mampu mengoleksi lima gol setara dengan torehan penyerang lokal, Zaenal Arif.

Gol perdana Persib terjadi dalam laga pekan pertama kontra PSIS Semarang, 15 Januari 2006. Adalah pemain tengah Eka Ramdani yang membuat gol tersebut. Tapi sayang, di akhir pertandingan, Persib harus kalah 1-2 dari tamunya.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.