On This Day: Gigitan Luis Suarez Gegerkan Dunia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Bomber Timnas Uruguay, Luis Suarez membuat heboh di penyisihan Grup D Piala Dunia 2014 Brasil. Bukan karena aksinya membobol gawang lawan, melainkan aksi gigitannya terhadap bek Italia, Giorgio Chiellini.

Uruguay menghadapi Italia di Arena das Duas, Natal dalam laga pamungkas Grup D pada 24 Juni 2014. Kedua tim sama-sama butuh kemenangan untuk bisa melenggang ke babak 16 besar.

Memasuki menit 79, tanpa sebab yang jelas, Suarez menggigit bahu kiri Chiellini. Chiellini sampai menunjukkan bekas gigitan kepada wasit asal Meksiko, Marco Rodriguez yang tak melihat kejadian tersebut.

Para pemain Italia pun sibuk memprotes wasit. Di saat mereka lengah, Diego Godin mencetak gol kemenangan Uruguay lewat skema sepak pojok. Uruguay menang 1-0 dan lolos ke babak 16 besar, Italia angkat koper.

Hukuman berat dijatuhkan Komisi Disiplin FIFA untuk Suarez. Dia mendapat larangan tampil dalam sembilan laga internasional.

Menariknya, Suarez bukan sekali menggigit lawan. Sebelum Chiellini, dia pernah menggigit Otman Bakkal dan Branislav Ivanovic.

Kejadian pertama berlangsung pada 20 November 2010, saat Suarez masih membela Ajax Amsterdam. Suarez mengigit bahu pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal.

Kejadian tersebut membuat harian Belanda De Telegraaf menjuluki Suarez "Cannibal of Ajax". Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menghukum Suarez sebanyak 7 pertandingan.

Suarez kembali menjadi vampir pada 21 April 2013, kali ini saat membela Liverpool. Entah mengapa, dia menggigit tangan bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Ini membuatnya mendapat hukuman 10 pertandingan.

Alasan Suarez

"Sebagian kesalahan di masa lalu memang karena tindakan saya, tapi sebagian lain adalah tanggung jawab bek lawan yang tak hentinya memprovokasi," kata Suarez mengenai aksinya menggigit lawan.

"Chiellini dan Branislav Ivanovic adalah contohnya. Mereka terus melakukan itu berulang-ulang. Mereka sangat menjengkelkan," ujarnya dikutip Football Italia.

Menariknya, Suarez merahasiakan perbuatan tercelanya tersebut kepada sang istri, Sofia Balbi.

Suarez sempat menyangkal ketika ditanya tentang gigitan itu. Baru 10 hari setelah kejadian sang suami mau mengakui kesalahannya.

"Ketika kejadian itu, saya langsung menelepon. Saya tanya: 'apa yang telah kamu lakukan?'. Dia lalu menjawab: 'Apa? Saya tak melakukan apa-apa. Kamu tidak senang Uruguay lolos?'

"Saya senang kami melaju, namun saya paham hal buruk apa yang akan datang. Saya lalu katakan semua telah terjadi dan kamu akan membayarnya," kata Sofia seperti dikutip Sport.

Suarez sendiri menyatakan tak mau mengakui kesalahan itu karena dia juga belum percaya dengan semua kejadian tersebut. Dia pun sedikit menyesalkan sikap publik yang langsung memperlakukannya seperti penjahat usai insiden dengan Chiellini.

"Butuh beberapa hari untuk mempercayai kejadian itu. Satu kesalahan yang membuat saya terlupakan. Saya diperlakukan seperti kriminal dan itu menyakitkan," ungkap Suarez.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel