On This Day: Keajaiban Istanbul, Comeback Liverpool Sakiti AC Milan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki batal menghelat final Liga Champions 2020/21. UEFA memutuskan memindahkan venue final ke Estadio Do Dragao, Porto.

Itu karena Turki masuk dalam zona merah COVID-19 oleh Pemerintah Inggris. Lokasi final dipindahkan ke Porto agar fans bisa menyaksikan pertandingan yang mempertemukan Manchester City kontra Chelsea.

Padahal, jika berbicara sejarah, Istanbul sempat menjadi tempat tak terlupakan untuk Liverpool. The Reds menjadi juara usai laga final yang berlangsung pada 25 Mei 2005. Mereka melakukan comeback yang luar biasa.

Milan sepertinya bakal juara dengan mudah setelah sempat unggul 3-0 di babak pertama. Paolo Maldini mencetak gol cepat di menit pertama, disusul dua gol Hernan Crespo (39', 44').

Keajaiban terjadi di babak kedua, Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 33. Dimulai dengan gol sundul Steven Gerrard (54'). Lalu disusul sepakan jarak jauh Vladimir Smicer (56') dan penalti Xabi Alonso (60'),

Tak ada gol tambahan di masa extra time, dan duel dilanjutkan dengan adu penalti. Di sini, Liverpool lebih beruntung. Armada Rafael Benitez menang dengan skor 3-2. Kemenangan Liverpool ditentukan saat tendangan penalti Andriy Shevchenko digagalkan Jerzy Dudek.

Manajer Liverpool saat itu, Rafael Benitez membongkar rahasia penting di balik kemenangan dramatis. Dia menyebut jika jeda waktu menjadi kunci utamanya.

"Sudah kebobolan dua gol, Anda harus mengubah sesuatu lalu bagaimana jika sudah tiga kali? Itu sangat jelas. Asisten saya mengatakan jika dia akan berbicara kepada pemain untuk perubahan tiga bek dan menambah satu pemain tengah," kata Benitez, seperti dilansir The Athletic, 26 Mei 2020.

"Pesan saya kepada pemain adalah soal kepercayaan diri. Mencoba mencetak gol cepat dan kembali bermain," lanjut dia.

Keajaiban Istanbul
Sampai saat ini, fans Liverpool senantiasa mengenang momen tersebut. Kejadian tersebut kerap disebut keajaiban Istanbul.

Salah satu pemain Liverpool, Luis Garcia sempat berbincang mengenai hal tersebut saat mengunjungi Jakarta, 29 Mei 2014.

"Tidak ada yang spesial. Dia tidak meminta kami untuk tampil ngotot karena sadar yang dihadapi adalah AC Milan, tim yang punya banyak pengalaman dan pemain berkualitas," kata Luis ketika berbincang dengan VIVA di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis 29 Mei 2014.

Kala itu, imbuhnya, Benitez hanya mengatakan: "Cetaklah satu gol agar para pendukung yang datang jauh tidak kecewa. Jika mampu mencetak dua gol akan lebih baik karena Milan pasti panik."

Rupanya, bukan hanya dua gol saja yang disumbang skuad, tapi tiga. "Dan akhirnya menang lewat adu penalti. Sungguh sebuah keajaiban," ucap pria asal Spanyol tersebut.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.