On This Day: Kecelakaan Pesawat Tewaskan Generasi Emas Torino

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVATorino pernah memiliki generasi emas di era 1940-an. Mereka memiliki tim hebat yang disebut Il Grande Torino. Tim ini merebut Scudetto lima musim secara beruntun pada 1942 hingga 1949.

Grande Torino mengalami kecelakaan yang dikenali dengan Tragedi Superga pada 4 Mei 1949. Pesawat yang ditumpangi para pemain Torino terjatuh di Bukit Superga, Turin. 31 penumpang yang ada dalam pesawat tersebut meninggal dunia, 18 di antaranya merupakan pemain Torino.

Tragedi terjadi setelah pemain Torino melakoni laga persahabatan melawan Benfica di Lisbon. Laga ini diadakan sebagai perpisahan untuk Francisco Jose Ferreira.

Saat penerbangan pulang menuju Turin, cuaca sangat buruk di wilayah Italia. Pesawat pun hendak melakukan pendaratan darurat.

Namun, pendaratan gagal karena pesawat menabrak bagian belakang gereja yang berada di puncak bukit Superga.Pesawat meledak dan menewaskan semua penumpang.

Saat kecelakaan itu, Serie A menyisakan empat pertandingan lagi, dan Torino berpeluang besar untuk meraih Scudetto.

Melansir BBC, dua hari setelah kecelakaan itu, setengah juta orang berbaris di jalan-jalan saat pemakaman diadakan.

Torino dianugerahi gelar Serie A, atas permintaan klub-klub lainnya. Para klub-klub pesaing Torino, bahkan mengaku sebenarnya sudah menyerah mengejar gelar juara. Dan, ternyata hanya nasib yang bisa mengalahkan Torino.

Semusim sebelum Tragedi Superga, rekor fenomenal dicatat Torino. Di musim 1947/48 Granata mencetak 125 gol dalam 40 pertandingan, dengan rekor selisih gol +92. Mereka tak terkalahkan di kandang lebih dari enam tahun.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.