On This Day: Kecelakaan Tragis Renggut Nyawa Legenda F1 Brasil

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kecelakaan tragis terjadi di ajang balap Formula One (F1) GP San Marino pada 1 Mei 1994. Pembalap legendaris Brasil, Ayrton Senna menghembuskan nafasnya yang terakhir di Sirkuit Imola.

Senna yang memacu kencang mobil Williams dengan kecepatan 190mph saat akan melewati tikungan Tamburello pada lap 5, tiba-tiba kehilangan kendali.

Dinding pembatas pun dihajarnya dengan kecepatan 137mph, sebagaimana yang dilansir BBC. Senna berhasil dikeluarkan dari mobilnya yang sudah hancur parah, dia sebenarnya masih menghembuskan nafas saat dilarikan tim medis ke rumah sakit terdekat di Bologna.

Sayang, setelah empat jam perawatan, nyawanya tak tertolong dan Senna menghembuskan nafas terakhirnya di usia 34 tahun. GP San Marino kala itu merenggut dua nyawa sekaligus. Sehari sebelumnya pada sesi kualifikasi, Roland Ratzenberger mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya.

Senna merupakan pembalap yang kaya akan prestasi. Sempat membela tim Toleman, Lotus, McLaren, dan Williams, Senna mencatatkan 19 kemenangan dalam kariernya dan naik podium sebanyak 80 kali. Tiga gelar juara dunia berhasil direbut pembalap kelahiran 21 Maret 1960 ini, yaitu di tahun 1988, 1990, dan 1991.

Sesaat sebelum kematiannya, Senna sempat mengatakan pada keluarga pada dia ingin memulai proyek yang membantu pendidikan untuk anak-anak miskin di Brasil. Tiga bulan setelah kecelakaan tragis, keluarga Senna pun membuka Senna Institute, yang membantu 1,5 juta anak per tahun.

"Ayrton adalah contoh sosok yang memiliki nilai super. Dia memiliki campuran yang sangat sulit untuk dimiliki dengan menjadi sangat rasional, selalu mendorong batas, sangat kompetitif. Namun, dia tetap rendah hati memiliki kemurahan hati yang tinggi," kata keponakan Senna, Bianca Senna, yang juga menjadi kepala branding Senna Institute, dilansir dari Fox Sports.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.