On This Day: Menpora Imam Nahrawi Bekukan PSSI

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kisruh dalam sepakbola nasional terjadi pada 18 April 2015 silam. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memutuskan untuk membekukan PSSI.

Hal tersebut tertuang lewat surat bernomor 0137 tahun 2015. Padahal Kongres Luar Biasa (KLB) telah berlangsung dan La Nyalla Mattalitti terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2015-2019.

Menpora dalam surat tersebut juga menyatakan bahwa setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, Pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait.

Keputusan pembekuan PSSI tersebut dilakukan setelah Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta PSSI memundurkan jadwal Liga Super Indonesia (ISL) karena sejumlah klub belum memenuhi persyaratan yang diminta.

Kemenpora sempat tiga kali memberikan surat teguran kepada PSSI, namun tak mendapatkan jawaban. Akhirnya Kemenpora mengeluarkan surat pembekuan PSSI yang ditandatangani Imam Nahrawi.

Terkait hal tersebut Ketum Terpilih, La Nyalla Mattalitti memberikan tanggapan. Dia akan terus melakukan langkah hukum terkait kabar yang menyebutkan Menpora telah memutuskan untuk membekukan PSSI.

"Keputusan di dalam kongres akan terus berjalan dan kami akan tetap mengikuti aturan FIFA. Kami akan mempelajarinya dan melakukan langkah hukum oleh tim hukum," kata La Nyalla kepada wartawan di sela-sela KLB PSSI di JW Marriott, Sabtu 18 April 2015.

La Nyalla terpilih menjadi ketua umum untuk periode 2015-2019 setelah meraih suara terbanyak dalam proses pemilihan. Dia mengantongi 92 suara dari 106 pemilih.

La Nyalla sebelumnya menduduki posisi wakil ketum PSSI 2011-2015. Sementara itu, posisi dua ditempati Syarif Bastaman yang memperoleh 14 suara, sedangkan tiga calon lainnya tidak mendapat suara sama sekali.

ISL Terhenti, PSSI Dibekukan FIFA
Keputusan Menpora ini ternyata berdampak panjang. Liga Super Indonesia 2015 atau disebut juga QNB League harus terhenti di tengah jalan. Padahal, klub baru bertanding dalam tiga dan dua pertandingan.

Saat terhenti, Gresik United memimpin klasemen dengan 9 poin dari 3 pertandingan. Setelah itu, ada Persipura Jayapura dan Persib Bandung yang sama-sama menorehkan 6 poin dari 2 pertandingan.

Tak hanya itu, FIFA mengambil keputusan membekukan PSSI pada 30 Mei 2015. Itu setelah Pemerintah Indonesia dianggap melakukan intervensi terhadap federasi.

Timnas Indonesia dilarang tampil di ajang internasional. Tim Merah Putih gagal berpartisipasi di Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.

Keputusan pembekuan PSSI baru diangkat FIFA pada 13 Mei 2016. Itu terjadi setelah Kongres FIFA ke-66 di Zurich, Swiss.