On This Day: Pencapaian Mengerikan Inter Milan di Eropa

·Bacaan 2 menit

VIVA – Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 22 Mei 2010, merupakan momen yang tak bisa dilupakan oleh Inter Milan. Di markas Real Madrid tersebut, Inter mengakhiri paceklik gelar Liga Champions setelah menanti selama 45 tahun.

Sebanyak 73.490 penonton menjadi saksi kehebatan Inter menaklukkan raksasa Jerman, Bayern Munich dengan skor 2-0. Tangan dingin Jose Mourinho membuat Inter mengakhiri penantian panjang di Eropa.

Laga final tersebut terasa menarik, sebab Bayern dan Inter sama-sama membidik treble winners. Bayern sudah menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal, sedangkan La Beneamata telah meraih Scudetto Serie A dan Coppa Italia.

Mourinho memperagakan permainan yang efektif. Meski Bayern unggul dalam penguasaan bola, Inter mampu menang lewat dua gol Diego Milito.

Gol pertama Milito dicetak di menit 35. Dia menerima umpan Wesley Sneijder sebelum menaklukkan kiper Bayern, Hans-Joerg Butt.

"Saya ingat Sneijder memberikan umpan luar biasa pada saya. Saya melihat kiper mengontrol bola dan melihat kiper keluar dari gawangnya. Syukurlah saya bisa mencetak gol," kata Milito dilansir Youtube UEFA.

Memasuki babak kedua, Bayern arahan Louis van Gaal semakin bernafsu menyerang. Namun Milito sukses mencetak gol kedua di menit 70, dengan mengecoh bek Bayern Daniel van Buyten.

"Bayern tampil menyerang dan kami perlu mencetak gol. Kami tahu bisa menyakiti mereka lewat serangan balik. Beruntung, saya bisa memanfaatkan peluang dan gol tersebut membuat kami lebih tenang," ucap Milito.

Inter pun sukses meraih treble, setelah sebelumnya menyabet Scudetto dan Coppa Italia. Mereka menjadi satu-satunya klub Italia peraih treble, dan bertahan hingga saat ini.

Ini juga menjadi gelar ketiga Inter di Liga Champions. Sebelumnya, mereka juara saat ajang ini bernama European Cup pada 1963/64 dan 1964/65.

"Bagi saya, ini seperti mimpi, karena Inter tak pernah masuk final dan juara dalam beberapa tahun terakhir. Suporter kami layak mendapatkan ini. Sebagai kapten, bisa mengangkat trofi ini berarti banyak untuk saya," ujar kapten Inter, Javier Zanetti.

Pencapaian menarik lainnya diraih Samuel Eto’o. Pemain asal Kamerun ini menjadi satu-satunya pemain yang meraih treble dalam dua musim beruntun. Semusim sebelumnya, dia meraihnya bersama Barcelona.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel