On This Day: Skor Tak Lazim, Real Madrid Habisi Barcelona 11-1

·Bacaan 1 menit

VIVA – Duel El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona selalu berlangsung panas. Senantiasa terjadi drama dan skor ketat dalam pertandingan ini.

Namun, apa yang terjadi pada 19 Juni 1943 benar-benar tak lazim. Los Blancos sukses menggasak sang rival 11-1 di leg kedua semifinal Copa del Rey (sebelumnya bernama Copa del Generalisimo). Ini menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah Barca.

Barca sebenarnya mampu menang 3-0 di leg pertama. Namun, Madrid sukses membalikkan defisit dengan skor yang fantastis.

Pruden mencetak hattrick (5’,32’,35’). Sementara Barinaga membobol empat kali gawang Barca (30’,42’,44’,87’). Empat gol lain ditorehkan Alonso J (37’,74’), Curta (39’), dan Botella (85’).

Barca hanya bisa membalas dengan satu-satunya gol yang lahir menjelang masa injury time melalui Mariano Martin Alonso. Namun, kemenangan Madrid sedikit tercoreng.

Rupanya, pemain Barca saat itu ketakutan setelah diktator Jenderal Fransesco Franco yang berkuasa di Spanyol pergi ke ruang ganti. Dia memperingatkan pemain Barcelona tentang konsekuensi jika mereka memenangkan pertandingan.

"Real Madrid tidak pernah memamerkan pertandingan itu. Itu karena duel tersebut bukanlah pertandingan sepakbola," kata sejarawan, Joan Barau, dilansir Goal.

"Madrid bisa membalikkan kedudukan bukan hal mengejutkan. Apa yang mengejutkan adalah hasilnya. Ini dengan sempurna menjelaskan bahwa ini adalah penghinaan. Ini lebih mirip disebut sirkus Romawi dibandingkan pertandingan sepakbola," lanjutnya.

Saat itu, Spanyol di bawah kepemimpinan diktator Jenderal Franco yang asli Madrid. Setelah melihat hasil leg pertama, dia mengirimkan pejabatnya ke markas Los Blancos. Pemerintah dikabarkan memasuki ruang ganti Barcelona, lalu mengancam para pemain dan keluarganya.

Hasilnya, Barca bermain dengan penuh ketakutan di lapangan. Para pemain Madrid tampil sangat mendominasi dan sukses meluluhlantakkan Blaugrana.

"Peringatan tersebut membuat para pemain Barcelona berpikir apakah perlu memberikan perlawanan atau tidak sama sekali. Dan akhirnya, mereka memilih tidak melawan," ujar Barau.

Mau tahu apa saja peristiwa bersejarah di dunia olahraga? Simak On This Day setiap hari hanya di VIVA.co.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel