Daya Juang UMKM Tak Diragukan, BI Dukung dengan 4 Langkah Ini

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia meruapakan faktor kunci untuk mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia.

Perry menekankan, UMKM bagi BI tidak hanya sebagai penopang utama ekonomi dalam mengahadapi dampak COVID-19. Akan tetapi, dalam jangka menengah panjang akan memperkuat ekonomi.

"UMKM perlu kita dorong, kita perkuat, sebagai daya dukung ekonomi kita, baik di tengah pandemi maupun jangka menengah panjang untuk dukung ketahanan ekonomi nasional," katanya dalam diskusi virtual, Rabu, 10 Maret 2021.

Baca juga: Penyebaran COVID-19 Semakin Rendah, Rupiah Menguat

Kuatnya perananan UMKM terhadap perekonomian, dikatakannya tidak terlepas dari unit usaha UMKM yang 90 persen lebih mendominasi seluruh unit usaha yang ada di Indonesia. Unit usaha itu pun dan menyerap banyak tenaga kerja.

Untuk itu, dia menyatakan, BI bersama dengan otoritas lainnya telah menerapkan empat strategi utama untuk memperkuat peranan UMKM terhadap perekonomian dalam negeri.

Pertama adalah strategi pemberdayaan UMKM. Pemberdayaan ini dilakukan dengan mendukung dan pendampingan untuk memperbaiki produksi, pembukuan hingga pemasaran mereka.

"Daya juang UMKM tidak diragukan lagi tapi kita harus dukung dari sisi produk dan pengelolaan keuangannya untuk mendukung pengembangan maupun dari sisi pemasarannya," ucap dia.

Kedua adalah mendukung akses keuangan mereka. Artinya, setiap UMKM di Indonesia dikatakannya harus bisa didorong untuk mendapat akses pembiayaan baik dari perbankan maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

"Karena itu ini penting bagaimana mereka bankabilty nya itu harus kita lakukan termasuk Pemerintah dari sertifikasi tanah dan bangunan UMKM, termausk literasi keuangan," paparnya.

Ketiga, dengan mendorong UMKM masuk dalam sistem teknologi digital. BI dipastilannya akan mengkombinasikan UMKM dengan lembaga jasa keuangan untuk sama-sama masuk dana sistem digital.

Keempat adalah dengan memperluas pemasaran produk-produk UMKM. Cara ini dikatakannya akan terlebih dahulu didukung dengan berbagai gerakan seperti bangga buatan Indonesia hingga bangga berwisata di Indonesia.