Deal dengan Presiden Korsel, Jokowi Datangkan Investasi USD 6,3 Miliar untuk RI

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) telah memulai kerja sama pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Salah satunya, kerja sama dalam pembangunan smart city di IKN.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis (28/7).

"Kita juga telah memulai kerjasama dalam pengembangan ibu kota baru Nusantara antara lain, kerjasama di bidang pembangunan, sistem penyediaan air minum, dan capacity building di bidang pembangunan smart city," jelas Jokowi sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (28/7).

Dia juga mendorong kerjasama investasi dari Korea Selatan, terutama di bidang percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia. Termasuk, proyek industri baterai terintegrasi dengan pertambangan dan industri baja otomotif untuk kendaraan listrik.

Jokowi juga menyambut baik penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara Kementerian Investasi, Posco Korea, dan PT Krakatau Steel Indonesia terkait dengan investasi di bidang industri baja otomotif untuk kendaraan listrik dan partisipasi dalam pengembangan IKN.

"Nilai investasinya keseluruhan mencapai USD 6,37 miliar (sekitar Rp23 T) dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja," ujar dia.

Jokowi menyampaikan, Korea Selatan merupakan salah satu Mitra penting Indonesia di Asia Timur. Menurut dia, Indonesia dan Korea Selatan adalah mitra strategis khusus.

Tak hanya itu, Indonesia-Korea Selatan akan memperingati 50 tahun hubungan persahabatan kedua negara pada 2023. Jokowi meyakini kemitraan Indonesia-Korea Selatan akan semakin kokoh di bawah kepemimpinan Presiden Yoon, terutama kemitraan di bidang ekonomi.

"Kita menyambut baik peran perdagangan bilateral yang terus meningkat dan kita sepakat untuk terus membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara," tutur Jokowi.

Dia juga mengapresiasi dukungan Korea Selatan bagi Presidensi G20 Indonesia yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang. Jokowi menyampaikan harapan agar Presiden Yoon bisa hadir di Presidensi G20.

"Saya mengapresiasi dukungan Korea Selatan bagi Presidensi Indonesia di G-20 tahun ini dan menantikan kehadiran presiden Yoon di Bali di bulan November yang akan datang," kata Jokowi. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel