Dear Generasi Sandwich Millenial, Ini 4 Kiat Jitu agar Cepat Kaya Raya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan kriteria seseorang yang sudah merdeka secara finansial, adalah mereka yang sudah merasa aman dan tidak cemas akan masa depan berkat investasi dan tabungan yang telah dipersiapkan. Misalnya ketersediaan dana darurat, pendidikan anak, dan untuk menikmati masa pensiun kelak.

Namun demikian, di kalangan masyarakat khususnya generasi milenial kerap terjepit dalam siklus sandwich generation, yaitu di mana seseorang harus bisa mencukupi kebutuhan ekonomi dan memikul tanggung jawab finansial secara lintas generasi. Biasanya mulai dari generasi pendahulu (orangtua) yang terus berlaku hingga generasi penerus (anak-anak).

Contohnya di Indonesia, menurut laporan Indonesia Millennial Report 2020 dan Data LIPI (Pusat Penelitian Kependudukan) menyimpulkan bahwa populasi milenials di Tanah Air adalah sebesar 63,5 juta jiwa dan hampir 68 persen, di antaranya mengalami penurunan penghasilan sejak pandemi berlangsung.

Efek pandemi telah menyebabkan sekitar 25 persen populasi millenials harus melego aset untuk bertahan hidup dan bertanggung jawab atas kesejahteraan antar anggota keluarga dalam lintas generasi, atau sederhananya, terhimpit beban sandwich.

Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan, pandemi berkepanjangan menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan cermat dalam mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan esensial yang kritis.

"Kiat perencanaan dan pengelolaan keuangan individu pun harus disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Terlebih bagi generasi sandwich millennial yang juga memikul tanggung jawab finansial lintas generasi. Semangat dan disiplin untuk menciptakan tujuan kemerdekaan finansial harus tetap menjadi komitmen dan faktor terpenting," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Agustus 2021.

Berikut beberapa kiat jitu khususnya untuk generasi sandwich millenial, agar dapat merdeka secara finansial, yang dipaparkan oleh Steffano Ridwan.

1. Evaluasi kondisi keuangan

Evaluasi dengan cermat cash flow dan kondisi keuangan sebagai langkah awal untuk mengukur taraf kesejahteraan, kebijakan dalam mengelola keuangan, dan mulai menentukan porsi dana yang wajib ditabung atau diinvestasikan guna mencapai kemerdekaan finansial di kemudian hari.

2. Seimbangkan keuangan dan persiapkan dana darurat untuk keperluan mendesak

Belajar dari pandemi, persiapkan dana darurat untuk skenario musibah atau malapetaka dalam rekening terpisah. Ada pun rumus umum yang dipergunakan oleh financial planner ternama, yaitu nilai tabungan haruslah minimal 6 kali jumlah pengeluaran bulanan.

3. Tetapkan skala prioritas dan kendalikan gaya hidup

Hal ini merupakan upaya penting yakni menentukan skala prioritas dalam menyikapi keuangan untuk kemerdekaan finansial. Terapkan moda optimise value and save more ke seluruh aspek pengelolaan keuangan.

Cara tersebut akan mendorong kamu untuk mendapatkan nilai lebih (value added) terhadap pengeluaran untuk kebutuhan hidup, sehingga kamu pun masih dapat menyisihkan dana untuk mendapatkan kemerdekaan finansial.

Salah satu metode untuk mengendalikan pengeluaran bulanan yaitu 50/20/30 yang dicetuskan Elizabeth Warren, senator Amerika Serikat. Di mana 50 persen disisihkan untuk needs (kebutuhan), 20 persen untuk savings (tabungan), serta 30 persen untuk wants (keinginan). Dan jika kita aplikasikan, saat ini ada yang bisa disisihkan untuk berdonasi atau sedekah rutin.

4. Investasi untuk membeli properti idaman

Generasi milenials maupun masyarakat secara umum dapat menimba nilai investasi yang meningkat dari masa ke masa untuk mendapatkan kemerdekaan finansial di kemudian hari. Tentunya, kamu harus juga jeli melihat prospek investasi rumah di masa mendatang, seperti rawan bencana dan akses ke rumah tinggal tersebut.

"Kami mempunyai berbagai produk dan layanan untuk membantu generasi milenials dan masyarakat luas agar dapat memulai menciptakan kemerdekaan finansial dengan mudah, yang dapat dimulai kapan saja," kata Steffano Ridwan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel