Dear Investor, Ada Emiten Baru di BEI, Harapan Duta Pertiwi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Harapan Duta Pertiwi Tbk menjadi perusahaan tercatat ke-17 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mencatatkan saham perdana di papan pengembangan BEI dengan kode saham HOPE pada Senin, 24 Mei 2021.

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk telah menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada 11-18 Mei 2021 dengan menawarkan 851.667.000 saham dengan nilai nominal Rp 20. Harga perdana yang ditetapkan Rp 118 per saham. Perseroan meraup dana IPO Rp 100,49 miliar dari IPO. Demikian mengutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/5/2021).

Dana IPO ini akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian bahan baku untuk pembuatan bagian atau karoseri kendaraan bermotor.

Selain itu, dana IPO juga untuk peningkatan fasilitas pabrik dan penunjangnya seperti sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas di pabrik seperti instalasi hoist crane, perbaikan area lantai pabrik dengan semen dan aspal, penutupan atap area pabrik yang masih terbuka, peningkatan ventilasi, serta pembelian mesin produksi.

Selain itu, sebagai tambahan bagi masyarakat yang memutuskan untuk berinvestasi dalam IPO, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk juga menerbitkan waran sebanyak 425.833.500 waran Seri I, sehingga rasio dari waran yang diterbitkan adalah dua pemegang saham baru akan mendapatkan 1 waran Seri I.

Adapun dana yang didapatkan dari pelaksanaan waran tersebut akan digunakan untuk modal kerja.

"IPO ini akan membawa kami ke babak baru dalam industri karoseri di Indonesia, melalui struktur permodalan yang bertambah kuat dengan dukungan publik,” ujar Direktur Utama dari PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2021.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk dapat menjadi perusahaan yang bernilai tinggi dalam industri karoseri di Indonesia, dengan memenuhi berbagai macam kebutuhan dari pelanggan. Hal ini untuk mendukung pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Dia menuturkan, terdapat beberapa strategic partner yang juga sudah mengutarakan minatnya untuk berinvestasi di PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, salah satunya adalah Adrianus Eka Putra, beliau adalah pemilik dari PT Bengawan Karya Sakti atau lebih dikenal dengan nama karoseri “Beng”.

"Dengan bergabungnya Bapak Adrianus Eka Putra, kami harapkan bisa membawa dampak yang positif, khususnya di bagian penjualan," ujar dia.

BEI Proses 25 Perusahaan untuk IPO

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 25 perusahaan yang sedang proses melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) hingga 18 Mei 2021. Namun, BEI belum dapat menyampaikan nama calon perusahaan tercatat atau emiten.

"Sampai dengan 18 Mei 2021, terdapat 25 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang saat ini masih menjalani proses evaluasi BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Selasa, 18 Mei 2021.

Adapun nama calon emiten dapat diberikan jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik yang diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2 mengenai tata cara pendaftaran dalam rangka penawaran umum.

"Terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2," ujar dia.

Nyoman menambahkan, klasifikasi aset perusahaan yang sedang dalam proses IPO merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain:

-4 perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar

-12 perusahaan aset skala menengah dengan memiliki aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar

-9 perusahaan aset skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.

Untuk rincian sektornya antara lain:

-2 perusahaan dari sektor basic materials

-5 perusahaan dari sektor industrials

-1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistic

-3 perusahaan dari sektor consumer non-cylicals

-5 perusahaan dari sektor consumer cyclicals

-2 perusahaan dari sektor properties and real estate

-2 perusahaan dari sektor technology

-1 perusahaan dari sektor healthcare

-3 perusahaan dari sektor energy

-1 perusahaan dari sektor financials

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel