Dear Papa di Surga, Bantu Kuatkan Perempuan Sulungmu Ini yang Berusaha Tegar saat Lelah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

TERKAIT: Tak Ada yang Lebih Indah selain Ketulusan Cinta Ibu pada Anaknya

TERKAIT: Pengalaman Ibu Menjadi Bekalku untuk Masa Depan yang Lebih Baik

TERKAIT: Ibuku adalah Perempuan dengan Sejuta Keahlian

***

Oleh: Citra Indah Pramastuti

Halo Pa, apa kabar? Bagaimana di sana? Bagaimana mama? Papa kangen nggak sama kami?

Tidak terasa sudah tahun kesembilan, papa sudah tidak di sisi kakak lagi. Kakak masih sedikit ‘gelo’ kalau ingat belum bisa mewujudkan mimpi papa saat itu. Maafin kakak ya Pa, sudah di tahun ke-9 pun kakak masih belum bisa menjadi seperti yang papa inginkan. Tapi kakak tetap berjuang kok Pa, nggak mirip-mirip banget tapi setidaknya bisa menuju hal yang papa doakan dulu.

Pa, karier dan percintaan kakak seperti orang lain pada umumnya loh, naik dan turun, tidak apa-apa ya pa. Anak papa yang satu ini masih kuat bertahan kok. Oh iya Pa, adek kakak izinkan untuk menikah lebih dahulu, bukan karena kakak tidak mau menikah. Namun, karena kakak masih fokus di karier yang sedang kakak bangun dan sering ninggalin adek sendirian di rumah. Kasihan sih, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga sedang berjuang untuk hidup.

Dua Tahun Ini Hidup Terasa Begitu Sulit

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Pa, kakak masih sering menangis diam-diam di kamar loh apalagi pas dengar lagu Marry Your Daughter - Brian Mcknight. Aneh kan ya pa! Kakak lumayan iri meliat banyak anak perempuan bisa membuat papanya tersenyum sedangkan kakak hanya akan tersenyum dalam hati. Mungkin itu alasan kenapa kakak tidak terlalu terburu-buru untuk menikah. Tapi tenang Pa, kakak pasti nikah. Biar kakak bisa cerita ke anak kakak kelak bagaimana kerennya alm. eyangnya.

Pa, dua tahun ini hidup terasa begitu sulit, kakak sampai sempat mikir ingin menyusul papa kali ya. Tapi kakak ingat bagaimana papa dan mama mendidik kami dulu. Pa, sepertinya itu dulu surat kakak kalli ini. Pa, jangan lupa mampir ke mimpi kakak sesekali ya itung-itung buat jengukin kakak biar kakak nggak kangen banget. Salam buat mama dan yang lain. Love you, Pa.

Alfatihah. Amin. Kuusap kedua tangan ke wajah, tak terasa air mata ini masih mengalir. Si mbarep ini kadang lelah untuk terlihat tegar. Dan hanya ingin bercerita kepada papa sama seperti anak perempuan lainnya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel