Debt Collector Punya Rival Dalam Memburu Debitur Macet

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup penyedia layanan GPS Tracker, Fox Logger, siap untuk mendukung penerapan tata kelola perusahaan pembiayaan atau multifinance sebagai komponen utama penggerak sektor otomotif.

Dalam lima tahun terakhir, Fox Logger telah menjadi mitra strategis bagi multifinance dalam penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor. Baik mobil, truk, maupun sepeda motor.

Baca: Alat Pelacak Narapidana Ini Tahan Gunting dan Anti Air

Pendiri dan Kepala Eksekutif Fox Logger, Alamsyah Cheung, mengaku jika produknya mampu membantu memberikan solusi yang komprehensif bagi multifinance kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor. Pertama, sisi manajemen risiko atau proteksi.

"Dengan teknologi internet of things (IoT), maka GPS Tracker bisa membantu leasing menekan risiko motor yang hilang karena mudah mendeteksi dan melacak pergerakan aset," kata dia, Rabu, 24 Maret 2021.

Kedua, sisi operasional keuangan. Alamsyah menilai Fox Logger juga membantu multifinance mengubah variable cost (biaya tidak tetap) yang biasanya digunakan untuk membayar pihak ketiga (debt collector atau mata elang) dalam mencari motor yang hilang atau terkena kredit macet, menjadi fixed cost lantaran pemakaian GPS Tracker yang bersifat biaya tetap.

"Dengan dua solusi ini, ujung-ujungnya perusahaan bisa menekan overhead cost (pengeluaran biaya yang berlebihan). Istilahnya, turning risk into profit, karena dengan manajemen risiko yang terkendali otomatis banyak keuntungan yang didapat leasing,” tegas Alamsyah.

GPS Tracker besutan Fox Logger ini terus dikembangkan dengan bertumpu pada inovasi serta kualitas layanan yang sudah berjalan baik selama lebih dari lima tahun. Mereka bahkan sudah meraih standard international ISO 90001:2015 dan 27000:2013.

Saat ini alat pelacak khusus tersebut telah digunakan banyak pihak, baik individu maupun korporasi, serta sudah bekerja sama bukan hanya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk monitoring truk sampah, tapi juga dengan sejumlah multifinance besar.

Di luar dua solusi yang telah disebutkan, Alamsyah menambahkan jika dirinya tetap optimistis pasar sepeda motor di Tanah Air perlahan pasti akan pulih. Ada sejumlah alasan. Yaitu, upaya pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi COVID-19 dan relaksasi kredit kendaraan bermotor menjadi paling sedikit nol persen untuk semua jenis kendaraan bermotor baru yang mulai berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Desember 2021.