Debut Berakting, Livy Renata Khawatir saat Harus Nangis di Film Love in Game

Fimela.com, Jakarta Lebih dulu dikenal publik sebagai konten kreator, Livy Renata sepertinya mulai serius terjun ke industri hiburan Tanah Air. Perempuan yang dikabarkan sedang dekat dengan Verrell Bramasta itu menandai debutnya di dunia akting lewat sebuah film berjudul Love in Game.

Saat konferensi pers, Livy mengaku memang memiliki ketertarikan ke dunia seni peran. Maka dari itu, ketika mendapat tawaran untuk bermain dalam film yang diproduksi Trinity Optima Production dan MAXstream tersebut, ia antusias untuk ikut terlibat di dalamnya.

"I actually have interest in acting, jadi pas ditawarin, i was really excited. Moga-moga akting tadi bagus ya,” kata Livy Renata di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).

Jalan Cerita

<p>Film Love In Game (foto: instagram loveingamemovie)</p>

Film Love In Game (foto: instagram loveingamemovie)

Film Love in Game sendiri mengusung tema drama romantis yang bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Livy (Livy Renata) yang gemar bermain game online. Suatu hari, ia merasa jatuh cinta dengan Lonewolf, salah satu karakter yang ditemuinya di dalam game Mobile Legends.

Pertemuan mereka berdua semakin intens mengingat mereka memiliki keinginan yang sama, yaitu menjadi gamer profesional. Livy belum menyadari kalau Lonewolf merupakan karakter game yang dimainkan oleh Prince (Gabriel Prince), seorang pria yang sangat dibencinya di kehidupan nyata.

Di sisi lain, Rachel (Rachel Florencia), sahabat dekat Livy, sudah lebih dulu menaruh hati pada Prince. Rachel pun semakin gencar berusaha menarik hati Prince saat lebih dulu mengetahui kalau ternyata pria idamannya merupakan sosok di balik karakter Lonewolf.

Tak Jauh Berbeda

<p>Perilisan film Love In Game (foto: istimewa)</p>

Perilisan film Love In Game (foto: istimewa)

Menjadi debutnya di dunia akting, nyatanya karakter yang dimainkan Livy Renata dalam film tersebut tak terlalu menyulitkan. Hal tersebut lantaran karakter Livy dalam film gubahan sutradara Rendy Herpy itu tak terlaly jauh dari kehidupan aslinya di dunia nyata.

"Hanya saja Livy merasa kesulitan saat harus melakoni adegan menangis. Ya, takut tidak bagus saat akting menangis. Kesulitan pas aku harus nangis, aku takut aktingku kurang bagus buat nangis," pungkasnya.