Debut Coinbase di Bursa Saham Jadi Momen Penting Industri Mata Uang Kripto

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Coinbase resmi bertengger di Wall Street setelah menggelar Initial public offering (IPO) pada Rabu, (14/4/2021). Langkah tersebut disambut investor dan mengatakan hal ini sebagai titik balik untuk industri mata uang kripto.

Dilansir dari CNBC, Rabu (14/4/2021), valuasi dari transaksi mata uang digital ini dapat bernilai hingga USD 100 miliar. Bahkan mengungguli valuasi Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/NYSE), Intercontinental Exchange dan Nasdaq.

Hal itu terjadi karena harga bitcoin dan mata uang virtual lainnya telah melonjak selama setahun terakhir. Kenaikan tersebut lantaran investor ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan keyakinan lonjakan inflasi akan datang. Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru lebih dari USD 64.000 pada Rabu dan memiliki valuasi lebih dari dua kali lipat tahun ini.

"Debut Coinbase berpotensi menjadi peristiwa penting bagi industri crypto (kripto) dan akan menjadi sesuatu yang akan difokuskan oleh Wall Street untuk mengukur selera investor," kata Dan Ives, seorang analis teknologi di Wedbush Securities.

Nasdaq memberikan Coinbase harga referensi USD 250 per saham. Harga referensi yang diberikan Nasdaq mencerminkan perdagangan pasar swasta dan masukan dari bankir investasi.

Jika kapitalisasi pasar mencapai USD 100 miliar, Coinbase akan masuk menjadi salah satu dari 85 perusahaan paling berharga di AS.

Sejauh ini, Coinbase merupakan perusahaan mata uang kripto terbesar yang go public. Menurut catatan CoinMarketCap, ini adalah pertukaran aset digital terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan. Coinbase memilih jalur pencatatan langsung ke pasar dari pada mengejar IPO tradisional.

Kinerja Kuartal I

Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Coinbase memproyeksikan pendapatan perseroan pada kisaran USD 1,8 miliar pada kuartal pertama 2021. Atau mengalami peningkatan 844 persen dibandingkan dengan USD 190,6 juta pada 2019. Proyeksi ini merujuk pada lonjakan harga yang besar dari koin digital seperti bitcoin dan eter.

Mengingat bisnis Coinbase sangat terkait dengan kinerja mata uang kripto, ada potensi risiko bahwa momentum dapat berayun ke arah lain jika ada kemunduran yang signifikan di pasar.

"Perusahaan crypto perlu mencari cara untuk mendiversifikasi aliran pendapatan mereka pada akhirnya. Saya pikir saat ini kita masih dalam tahap investasi dan keseluruhan kue kripto akan terus berkembang,” kata Hunter Merghart, mantan eksekutif Coinbase.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini