Debut penakluk Serena Williams di Wimbledon berlanjut

Debut petenis Prancis Harmony Tan di Wimbledon berlanjut ketika dia berhasil membukukan tempat pada babak keempat Grand Slam lapangan rumput, mengalahkan petenis Inggris Katie Boulter 6-1, 6-1 hanya dalam 51 menit, Sabtu.

Tan, yang berusia 24 tahun, membuktikan bahwa kemenangannya yang mendebarkan atas juara Wimbledon tujuh kali Serena Williams pada babak pembukaan bukanlah suatu kebetuan dan dia sekarang telah memenangi tiga pertandingan tingkat tur secara beruntun untuk pertama kalinya dalam kariernya.

"Belum, saya belum percaya -- jika saya tidur sebentar, besok mungkin saya akan percaya, tapi ini luar biasa," kata Tan, yang selanjutnya akan bertemu salah satu dari dua petenis Amerika, Coco Gauff atau Amanda Anisimova, untuk memperebutkan tempat pada perempat final, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Rahasia Harmony Tan tumbangkan Serena Williams

"Saya pikir saya suka rumput, saya tidak pernah bermain di lapangan ini tetapi saya suka bermain dengan slice dan pukulan voli dan semuanya dengan permainan saya jadi saya sangat senang."

"Itu benar-benar emosional untuk babak pertama melawan Serena dan setelah itu hanya bermain pertandingan demi pertandingan dan hari ini bermain benar-benar bagus."

Terlepas dari dukungan penonton tuan rumah di lapangan dua, Boulter gagal melakukan perlawanan terhadap variasi pukulan Tan.

Setelah menghadapi Williams di Centre Court dalam pertandingan bak film thriller, Tan mengaku senang ditempatkan di lapangan yang lebih kecil.

"Karena ketika Anda bermain sebagai orang Inggris di Centre Court, saya pikir ada banyak orang yang mendukungnya. Saya suka bermain di lapangan kecil," kata Tan.

"Saya suka memainkan pertandingan pertama juga karena saya tidak menunggu sepanjang hari."

Setelah mematahkan servis Boulter dua kali, Tan melepaskan tiga ace pada gim servis keempatnya untuk mengamankan set pembuka dalam waktu 27 menit.

Baca juga: Serena tak mau bahas pensiun meski tumbang di tangan Harmony Tan

Petenis putri peringkat ke-115 asal Prancis itu mengamankan break awal lagi di set kedua, melepaskan tembakan tween untuk mematahkan servis Boulter lagi dan break ketiga menutup pertarungan tersebut.

Tan yang tersenyum lebar tidak membiarkan Boulter melihat umpannya sendiri, memukul dengan sempurna untuk membuka lapangan dan memukul 16 winner dengan hanya lima unforced error.

Permainan Tan, yang terdiri dari drop shot yang disamarkan dengan baik dan pertahanan yang tak tertembus, telah terbukti efektif melawan petenis dengan pukulan kuat di lapangan rumput.

"Ketika saya masih muda, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak bisa menjadi pemain yang benar-benar bagus dengan permainan ini, jadi itu sangat sulit bagi saya," kata Tan.

"Saya tidak mendapat bantuan, dan secara finansial itu sangat sulit.

"Tapi ada satu orang yang percaya pada saya. Itu (pelatih saat ini) Nathalie Tauziat ketika saya berusia 18 tahun, dan kami berusaha dengan permainan itu."

Baca juga: Mertens ke 16 besar Wimbledon setelah singkirkan mantan juara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel