Deddy Corbuzier bawakan 'Hitam Putih' di atas kursi roda?

MERDEKA.COM. Setelah sempat dihentikan, akhirnya stasiun televisi Trans 7 berniat menayangkan kembali program talkshow Hitam Putih mulai 3 Februari 2014 pukul 18.30 WIB. Deddy Corbuzier kembali akan membawakan acara ini.

Acara yang penghentiannya sempat menjadi fenomena ini, membuat Deddy mendapat banyak tawaran untuk mengerjakan program serupa di stasiun TV lainnya. "Ini merupakan fenomena yang luar biasa. Setelah berhentinya Hitam Putih, terjadi fenomena dari segala sisi. Kalau dari sisi saya, tiba-tiba hampir semua stasiun TV menghubungi saya untuk membuat acara serupa," kata Deddy Corbuzier.

Terkait dengan tawaran stasiun televisi lain, Deddy mengaku tidak menerima hal tersebut. "Yang pasti saya tidak menerima hal tersebut, karena saya percaya memindahkan ke televisi lain belum tentu bisa sukses," ujarnya saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan (29/1) lalu.

Deddy mengaku banyak sekali respons masyarakat yang meminta program acara tersebut ditayangkan kembali.
"Fenomenanya ketika acara itu berhenti, di hari yang sama di Facebook itu ada 2,4 juta orang yang meminta tayangannya kembali. Di Twitter ratusan orang mention saya atau Trans 7 meminta acaranya kembali disiarkan."

Menurut Deddy, efek yang ditimbulkan acara Hitam Putih cukup besar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat ingin menonton tayangan-tayangan yang inspiratif.

"Itulah kenapa saya dan pihak Trans 7 bertemu. Penonton kita ada tapi nggak ada di rating dan sharing". Ia pun memutuskan untuk kembali menjadi host acara yang tampil setiap Senin sampai Jumat malam ini.

Namun, di saat tawaran menjadi host Hitam Putih kembali dia terima, di saat yang hampir bersamaan Deddy Corbuzier tiba-tiba terancam lumpuh. Saat menjalani fitness, mentalis ini mengalami kejang-kejang hebat hingga sempat pingsan. Kini, pesulap senior tersebut terpaksa duduk di kursi roda setiap menjalani aktivitasnya.

"Tepat pada hari Minggu Tanggal 25 Januari 2014 di sebuah gym, tiba tiba tubuh saya memanas dan saya merasakan sakit yang luar biasa di punggung hingga kaki kiri saya. Dan 5 menit kemudian, semua menjadi gelap dan saya pun tidak sadar. Terbangun sudah dikelilingi orang," ungkap Deddy Corbuzier dalam akun Facebook miliknya, Kamis (30/1) kemarin.

Dalam keadaan setengah sadar, dia merasakan tubuhnya bergetar cepat disertai rasa sakit yang luar biasa. Pernapasannya ikut terganggu, mulutnya pun bergerak sendiri mengikuti kejang yang dirasakannya.

"Dokter di sana mengajak saya terus bicara agar saya tidak tertidur, karena bila saya tertidur, maka saya tidak bangun lagi dan bisa KOMA," tulisnya lagi.

Semula, Deddy menduga penyakit kejang yang dirasakannya itu timbul merupakan gejala stroke. Setelah melalui proses pemeriksaan, dia didiagnosa mengalami trauma akibat kecelakaan lima tahun lalu.

"Sekitar 5 tahun yang lalu, saya pernah mengalami sebuah kecelakaan hebat yang menyebabkan terkoyaknya bagian bawah tulang punggung saya. Namun hal itu belum menjadi masalah hingga beberapa hari yang lalu."

Dokter mengatakan padanya, kecelakaan itu membuat tulang ekornya menjepit syaraf-syaraf di punggungnya. Itu menjadi biang keladi kelumpuhan di punggung dan kakinya. Agar bisa sembuh, ia dihadapkan pada dua pilihan.

"Pilihannya hanya dua, dioperasi dengan resiko tinggi (lumpuh) atau diam dan berharap sembuh dengan sendirinya? Kalau sembuh, apapun itu teorinya, saya harus diam terkapar di RS selama satu minggu tak boleh bergerak, dan belajar jalan setelah dua bulan rest (istirahat)," ungkapnya.

Kini, dirinya hanya bisa duduk di kursi roda, dengan rasa sakitnya. Setiap hari ia hanya bisa berupaya belajar jalan dengan menggunakan tongkat.

Padahal, pada 3 Februari nanti Deddy sudah harus menjadi host acara yang sempat vakum itu. Walhasil, bisa jadi pria yang selalu berdandan serba hitam ini akan memandu acara Hitam Putih di atas kursi roda.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.