Dede Yusuf berharap tuah nama Gelora Bandung Lautan Api

MERDEKA.COM. DPRD Kota Bandung memutuskan Stadion SUS Gedebage diberi nama Gelora Bandung Lautan Api (BLA). Sebagai duta Persib, Dede Yusuf berharap nama itu memberi tuah bagi klub sepakbola kesayangannya kembali berjaya seperti era 1990-an.

Dede yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat menuturkan, Bandung Lautan Api merupakan peristiwa tonggak sejarah perjuangan rakyat Indonesia di Jawa Barat dalam melakukan perlawanan dan menolak tunduk terhadap penjajahan pada masa kemerdekaan.

"Semoga dengan nama ini prestasi dan semangat juang Persib untuk jadi juara liga Indonesia tidak akan pernah padam," kata Dede Yusuf dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (29/3).

Meski nama Stadion Gelora BLA tersebut atas sumbangsih dirinya, namun dia menegaskan bahwa tidak ada kepentingan politik apapun.

"Saya hanya berpikir saat itu bahwa sebuah nama yang monumental dan dekat dengan masyarakat yang cocok untuk sebuah stadion semegah Gedebage, akhirnya tersirat Nama Bandung Lautan Api," ucapnya.

Dia mengaku gembira usulan itu kini telah menjadi kenyataan. Diharapkan Stadion Gelora BLA nantinya bukan sebatas sarana olah raga saja, tapi juga jadi prasasti perjuangan rakyat Jawa Barat.

"Bandung Lautan Api menjadi spirit abadi yang diwariskan turun-temurun kepada setiap generasi," tuturnya.

Pemberian nama Stadion berkapasitas duduk 38.000 itu sebelumnya sempat menuai polemik. Ada yang menginginkan nama Stadion Gelora Rosada, Gelora Gedebage, tak sedikit juga menginginkan Gelora BLA.

Namun dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Kamis (28/3), melalui sistem Polling sms sejak 4-22 Maret 2013. Dari 14.777 sms yang masuk ke server, 83,3 persennya memilih nama Gelora BLA.

Sisanya yakni Gelora Gedebage Kota Bandung dengan jumlah sms 2.047 (11,7 persen), kemudian Gelora Rosada dengan jumlah sms 871 (5,0 persen).

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.