Dede Yusuf: Pemimpin Partai Demokrat Hanya AHY

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf, mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres 2020. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada dualisme kepengurusan di tubuh Partai Demokrat.

Hal ini menanggapi adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang memilih Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, sebagai Ketua Umum Demokrat di Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021.

“Saya tegaskan hanya satu kepemimpinan Partai Demokrat yaitu Ketum AHY. Bilamana ada KLB itu KLB abal-abal, jadi Ketum juga abal-abal. Sesuai arahan Ketua Umum AHY kita lawan, dan hadapi,” kata Dede pada Senin, 8 Maret 2021.

Baca juga: AHY Buka Pintu Maaf Jika Moeldoko Mau Menyadari Kesalahannya

Menurut dia, pemecatan tujuh kader yang dilakukan DPP sudah tepat dan sesuai Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Sebab, pemecatan sesuai bukti-bukti yang kuat.

“Tindakan tersebut sebagai tindakan kedisiplinan terhadap kader. Pastinya, Partai Demokrat punya mekanisme tersendiri di internal dan hal itu dijadikan pertimbangan mengapa pemecatan dilakukan,” ujarnya.

Di samping itu, Dede Yusuf mengatakan penegakan konstitusi partai merupakan langkah yang sah dan konstitusional, sehingga norma-norma partai harus dipahami oleh setiap kader. Tentu, kader-kader senior yang sudah lama paham aturan dan cara main di internal Demokrat.

“Mereka berani mengambil langkah pastinya harus berani ambil konsekuensi dampak akibatnya,” kata dia.

Kemudian, Dede Yusuf merasa heran apabila kepengurusan AHY dibilang gagal. Padahal, kepemimpinan AHY sudah berjalan dengan baik mulai tingkat pusat, DPD, dan pengurus cabang. Bahkan, setiap saat menunjukkan elektabilitas yang positif.

“Makanya aneh bilamana AHY dianggap gagal dalam memimpin Partai Demokrat, gagalnya di mana. Jelas-jelas setiap hari bahu-membahu turun ke rakyat. Kita juga selalu kritis kepada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro terhap rakyat,” katanya.