Dede Yusuf Tak Segan Jewer Pelaku Industri

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ichsan

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf melakukan penanaman pohon di Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Senin (14/1/2013). Penanaman 2.000 bibit pohon tersebut dilakukan bersama warga masyarakat dan LSM lingkungan hidup Bekasi Lestari (Bestari).

Pada kesempatan itu Dede mengatakan, pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Bekasi harus dilakukan secara masif dan intensif. Sebab kabupaten ini didominasi oleh kawasan industri.

"Provinsi Jawa Barat harus menjadi provinsi terdepan dalam melakukan konservasi alam, di wilayah Kabupaten Bekasi ini banyak industri yang tidak hanya membuka lapangan kerja tapi juga wajib menjaga lingkungan hidup," kata Dede.

Mantan aktor laga ini mengatakan, pihaknya akan melakukan pelestarian alam dengan cara pemberdayaan masyarakat. Menurut Dede, warga Bekasi harus diberdayakan untuk melestarikan lingkungan hidup.

Bahkan kata Dede, ia tidak segan-segan akan menjewer jika ada pelaku industri yang tidak mau menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bekasi. Jika pelaku industri tidak menjaga lingkungan yang dirugikan masyarakat sekitar.

"Para pelaku industri dan masyarakat harus berbarengan menjaga kelestarian lingkungan. Pemprov Jabar juga tidak berpangku tangan, kami mendorong pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat berbarengan memfasilitasi kelestarian lingkungan," kata Dede.

Pada malam hari sebelum melakukan penanaman pohon, Dede memilih tidak bermalam di  hotel, melainkan menginap di rumah tukang bakso bernama Napih.

Rumah tersebut berada di Kampung Triti, RT 01/06, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Kondisi rumah tersebut sangat memprihatikan, selain beralas tanah dan berdinding bilik juga tidak mempunyai MCK.

Sebelum pamit, pada pagi harinya, Dede Yusuf menyerahkan bantuan modal usaha untuk Napih dan juga bantuan bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk pembuatan lantai dan MCK. (san)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.