Deep Learning Bantu Deteksi Aneurisma Otak Lebih Akurat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Deep Learning dapat membantu dokter mendeteksi aneurisma otak pada proses CT Angiography .

Menurut sebuah penelitian yang terbit di jurnal Radiology, CT Angiography biasanya merupakan opsi pertama untuk mengevaluasi aneurisma otak. Pemeriksaannya sangat akurat, tetapi aneurisma otak mungkin saja terabaikan pada tahap evaluasi awal karena ukurannya yang kecil dan kompleksitas pembuluh darah di otak.

"Aneurisma otak adalah salah satu lesi kecil yang mungkin terabaikan pada penilaian rutin gambar radiologis," ujar peneliti senior Xi Long, Ph.D., dari Department of Radiology di Tongji Medical College's Union Hospital di Wuhan, Tiongkok dikutip dari Eurekalert, Senin (8/11/2020).

Deep Learning menawarkan potensi luar biasa sebagai alat tambahan untuk menafsirkan aneurisma otak secara lebih akurat. Deep Learning dilatih pada gambar-gambar yang sudah ada dan mempelajari kelainan yang mungkin sulit dilihat oleh pengamat manusia.

Di bidang radiologi, Deep Learning baru-baru ini telah digunakan dalam berbagai peran membantu ahli radiologi, seperti mendeteksi tuberkulosis pada rontgen dada.

Algoritma

Dalam studi ini, Long dan rekannya mengembangkan algoritma yang berfungsi otomatis seutuhnya dan sangat sensitif. Ia mampu mendeteksi aneurisma otak pada gambar CT angiografi.

Para peneliti menggunakan CT angiogram dari lebih dari 500 pasien untuk melatih sistem Deep Learning. Selanjutnya, mereka melakukan pengujian pada 534 CT angiogram yang mencakup 649 aneurisma.

Hasilnya, algoritma Deep Learning ini mendeteksi 633 dari 649 aneurisma otak dengan sensitivitas 97,5 persen. Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan delapan aneurisma baru yang terlewatkan pada tahap evaluasi awal.

Tingkatkan Kinerja

Analisis statistik mengungkapkan bahwa bantuan Deep Learning dapat meningkatkan kinerja para ahli radiologi. Peningkatan paling terlihat pada ahli radiologi yang kurang berpengalaman.

"Sistem yang dikembangkan telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam mendeteksi aneurisma," kata Long. "Kami menemukan beberapa aneurisma yang diabaikan oleh pembaca manusia pada laporan awal, tetapi berhasil digambarkan oleh sistem ini."