Dejan Antonic Bicara Tentang PSS, Dukungan Suporter dan Target di BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Dejan Antonic bergabung di PSS Sleman jelang musim 2020. Sebelumnya, ia pernah menangani sejumlah klub Indonesia. Di antaranya Arema Indonesia, Pro Duta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Borneo FC dan Madura United.

Pria kelahiran Belgrade, 27 Januari 1969 ini mengaku menerima tawaran manajemen PSS karena memiliki misi dan visi yang sama. Khususnya keinginan dan komitmen kuat meraih prestasi tanpa melupakan pembinaan pemain usia muda.

Dalam channel Youtube PSS TV, Dejan Antonic tanpa sungkan memuji manajemen dan juga suporter yang dikenal militan mendukung tim kesayangannya.

Ia mengaku banyak berdiskusi dengan Marco Gracia Paulo, Dirut PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), perusahaan yang menaungi PSS Sleman terkait program jangka panjang klub.

"Saya juga tahu PSS memiliki suporter yang bukan hanya fanatik tapi juga kerap menampilkan koreografi luar biasa saat mendukung tim kesayangannya di stadion," ungkap Dejan Antonic.

BRI Liga 1 Tanpa Penonton Aneh

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dejan Antonic tak menafikan wabah pandemi COVID-19 membuat semua tim di Tanah Air menghadapi situasi sulit. Kalau pun BRI 1 Liga 1 akhirnya bisa bergulir setelah lama vakum, laga tanpa penonton di stadion terasa jadi aneh.

Apalagi semua tim di Indonesia sangat mengandalkan kehadiran penonton di stadion untuk menopang kondisi keuangan mereka. Itulah mengapa Dejan berharap wabah COVID-19 bisa berlalu dan kompetisi kembali berjalan normal.

"Yang bisa kita lakukan saat ini adalah menyesuaikan diri demi sepak bola Indonesia. Dimana pemain beraksi tanpa dukungan langsung dari suporter dan menghabiskan waktu di hotel dengan protokol kesehatan yang ketat," papar Dejan.

Pada kesempatan ini, Dejan juga mengungkapkan kiatnya dalam menangani sebuah tim. Sebagai pelatih, Dejan selalu menjadikan tim yang ditanganinya ibarat keluarga besar. Bukan hanya seluruh elemen tim tapi juga suporternya.

"Peranan suporter sangat penting dalam perjalanan sebuah tim. Mereka selalu mendukung tim, apapun hasil yang diraih. Ini yang saya dirasakan di PSS," ungkap Dejan yang sukses membawa PSS meraih tempat ketiga di Piala Menpora 2021.

Target di BRI Liga 1 2021/2022

Pertahanan PSS cukup sigap menghalau gempuran serangan Persija. Namun hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, kedua tim harus puas berbagai poin sama 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pertahanan PSS cukup sigap menghalau gempuran serangan Persija. Namun hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, kedua tim harus puas berbagai poin sama 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kepada pemain, Dejan selalu memposisikan diri tak hanya sebagai pelatih. Tapi juga teman dan orangtua. Dejan selalu menyempatkan diri bicara hati ke hati dengan pemainnya agar mereka bisa merasa nyaman.

"Karier sebagai pemain tak lama. Rata-rata pemain pensiun pada usia 35. Saya ingin setelah gantung sepatu kehidupan mereka dan keluarga tetap berjalan normal. Dan, ingat tidak semua pemain meneruskan kariernya di sepak bola dengan menjadi pelatih," terang Dejan.

Terkait dengan targetnya bersama PSS di BRI Liga 1, Dejan menginginkan tim asuhannya selalu tampil optimal dan menghibur di setiap laga.

"Hal ini yang selalu tekankan kepada pemain sebelum bertanding. Fokus tampil maksimal. Soal hasil nomor dua," kata Dejan.

Sumber: Youtube PSS TV

Yuk Lihat Tabel Persaingan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel