Dekat dengan Jakarta, Banten Baru Vaksin 14 Persen Warganya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Meski hanya selemparan batu dari Ibu Kota Jakarta, baru 14 persen warga Banten di vaksin COVID-19. Berdasarkan sensus tahun 2020, jumlah masyarakat Banten sebanyak 13 juta orang.

Proses vaksinasi harus dipercepat, untuk terciptanya herd immunity atau kekebalan komunal. Personel TNI-Polri akan dilibatkan. Mahasiswa hingga organisasi yang memiliki kemampuan vaksin, diminta ikut serta membantu.

"Banten sebagai wilayah yang berdekatan dengan ibu kota angkanya masih rata-rata 14 persen, sehingga perlu percepatan akselerasi untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi. Beberapa minggu ke depan, kita TNI Polri, tentunya akan mengeroyok untuk melaksanakan peningkatan vaksinasi yang ada di wilayah Banten," kata Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Untirta Banten, Minggu, 18 Juli 2021.

Menurut mantan Kapolda Banten itu, kesadaran prokes, terutama pemakaian masker di masyarakat Kabupaten Pandeglang dan Serang masih rendah, di bawah 90 persen, sehingga harus lebih ditingkatkan lagi.

"Ada tiga wilayah, Kota Serang, Pandeglang dan satu lagi, itu angkanya masih di bawah 90 persen, sekitar 80 persen sampai 90 persen, sehingga ini saya harapkan untuk perlu ditingkatkan," terangnya.

TNI-Polri juga membagikan 458 ton beras dan 15 ribu paket bantuan untuk masyarakat terdampak, terutama yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Jika masih kurang, bisa meminta tambahan bantuan ke pemerintah pusat.

"Bantuan sosial kurang lebih 458 ton beras dan 15 ribu paket yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak, oleh karena itu mohon untuk rekan-rekan petakan betul dan kemudian sentuh kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Pemkot Serang masih terus mengejar proses vaksinasi, agar terciptanya herd immunity di Ibu Kota Banten untuk melawan COVID-19

Wali kota Serang, Syafrudin, mengakui warganya masih banyak yang kurang mematuhi prokes COVID-19, seperti tidak memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal itu yang menjadikan wilayahnya ikut melaksanakan PPKM Darurat sejak 03 Juli hingga 31 Juli 2021 mendatang.

"Jadi memang ini yang menjadi kendala di Kota Serang ini akibat naiknya yang terpapar COVID, akibat kesadaran masyarakat yang tidak memperketat protokol kesehatan. Semoga dengan kunjungan beliau beliau ke sini, mudah-mudahan masyarakat Kota Serang sadar arti kesehatan. Kemudian kalau sudah masyarakat sadar menggunakan prokes, mudah-mudahan segera COVID-19 yang ada di Kota Serang akan hengkang," kata Syafrudin.

Baca juga: Anies Sebut Bantuan Sosial Tunai Rp600 Ribu untuk Warga DKI Cair Besok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel