Dekat dengan NU, Rizal Ramli Dinilai Berpeluang Maju Pilpres

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Analis politik Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad, menilai mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli berpeluang maju dalam Pilpres 2024. Salah satu alasannya, ia dekat dengan warga nahdliyin.

"Siapa yang didukung NU kultural akan menang," kata peneliti senior Paramadina ini melalui keterangannya, Minggu, 7 Maret 2021.

Herdi menjelaskan bahwa Rizal Ramli pernah dirangkul oleh mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang merupakan salah satu sosok sentral di NU. Hal itu karena Gus Dur tidak memandang dikotomi Jawa-Luar Jawa.

Dia mengatakan Rizal Ramli yang juga akrab dipanggil Gus Romli itu sangat dekat dengan kalangan santri nahdliyin dan diterima oleh NU kultural.

"Dia juga alumni kehormatan pasantren Gontor dan anggota keluarga besar pesantren Tebu Ireng Jombang," ujar Herdi.

Baca juga: Rizal Ramli Dinilai Punya Dalil Jelas Ajukan Uji Materi PT 20 Persen

Selain itu, lanjut Herdi, RR memiliki cross-cultural links dengan NU, sehingga dikotomi antara Jawa dan luar Jawa sudah tidak relevan lagi dalam konteks pemilu dan pilpres.

"Memang RR mungkin kurang njawani untuk kultur Solo-Jogja, tetapi gaya artikulasi dan aksi/style yang RR lakukan sungguh transparan, jujur, terbuka dan candid hangat diterima masyarakat Jawa Timur, pantai utara Jateng, Banyumas dan Jawa Barat, Banten dan lain-lain," lanjut Herdi.

Bahkan, lanjut dia, sejak umur 6 tahun, RR terbiasa dengan bahasa Sunda karena dia hijrah atau tinggal di Bogor. Herdi menyebut RR sangat memahami budaya Sunda dan sudah jadi orang Sunda hibrida yang merakyat.

Herdi mengatakan pengalaman pahit getir dalam hidupnya, telah membuat Rizal Ramli selalu memihak kepentingan rakyat kecil, membela rakyat banyak dan bangsanya yang masih miskin. Menurutnya, RR bekerja untuk kepentingan rakyat kecil, berpihak pada rakyat selama 11 bulan di Kabinet Jokowi, tapi malah disingkirkan dan didepak Jokowi karena kuatnya intervensi penguasa pengusaha (peng-peng) dan oligarki/taipan hitam yang bercokol di balik layar kekuasaan.

Dia menambahkan masyarakat Sunda (Jabar) telah menyerahkan pusaka Kujang sebagai simbol kepercayaan dan kepemimpinan pro-rakyat masa kini dan masa depan, juga untuk mendukung RR maju di pilpres mendatang.