Delapan Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan 2020-2025 dilantik

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) melantik dan mengambil sumpah jabatan delapan orang Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Periode 2020-2025 di Jakarta, Jumat.

Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Periode 2020-2025 tersebut sebelumnya telah diangkat oleh Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 135/P Tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020.

"Sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden tersebut, pada hari ini saya baru saja melantik dan mengambil sumpah jabatan Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan 2020-2025. Saya ucapkan selamat dengan harapan Saudara-Saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya," kata Arifin dalam sambutan seusai pelantikan.

Baca juga: Dilantik Presiden, DPR: Dewan Energi Nasional punya legitimasi kuat

Ke delapan anggota DEN yang dilantik yakni Agus Puji Prasetyono dari kalangan akademisi, Musri (kalangan akademisi), Satya Widya Yudha (kalangan industri), Herman Darnel Ibrahim (kalangan industri), Daryatmo Mardiyanto (kalangan konsumen), Eri Purnomohadi (kalangan konsumen), As Natio Lasman (kalangan teknologi) dan Yusra Khan (kalangan lingkungan hidup).

Sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Anggota DEN bertugas merancang dan merumuskan Kebijakan Energi Nasional (KEN), menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), menetapkan langkah-langkah krisis dan darurat energi serta melakukan pengawasan kebijakan energi yang bersifat lintas sektoral.

Dengan masa jabatan Anggota DEN selama lima tahun ke depan, Arifin berharap Anggota DEN yang dilantik dapat membantu mengakselerasikan kebijakan program pemerintah di bidang energi, sesuai bidang dan pengalaman masing-masing sehingga semua pihak dapat mewujudkan dan melaksanakan program strategis serta dapat segera terimplementasikan dengan baik.

Baca juga: Menteri ESDM pastikan dukung upaya tekan emisi

Ke depan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai strategi menghadapi tantangan terutama adanya peningkatan permintaan energi namun dengan kapasitas pasokan energi terbatas.

Oleh karena itu, Arifin berpesan agar program-program tersebut sekaligus dapat digunakan untuk melakukan review dan evaluasi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), karena adanya perubahan indikator baik energi maupun ekonomi, terutama setelah adanya pandemi Covid-19.