Delapan Calon Menteri Jokowi Dicoret PPATK dan KPK

PLASADANA.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memperbolehkan delapan nama calon menteri untuk masuk ke dalam susunan kabinet Jokowi.

Menurut Jokowi, pihaknya telah menyampaikan 33 nama calon menteri kepada PPATK dan KPK. "Saya sampaikan apa adanya. Kemarin kan kami menyampaikan itu kepada PPATK dan KPK. Dan ada delapan nama yang tidak diperbolehkan," katanya saat menggelar konferensi pers di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/10).

Namun demikian, Jokowi mengaku enggan untuk menyebutkan kedelapan nama tersebut yang sedianya telah diganti dengan nama calon menteri yang baru. "Tidak bisa saya sebutkan (nama delapan calon menteri itu)," ujar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, sejumlah nama tokoh dan profesional yang dipanggil ke Istana Negara belum dipastikan akan mengisi pos-pos yang sebelumnya berisi delapan nama yang di-black list PPATK dan KPK tersebut. "Ada yang ada, ada yang tidak," ujar Jokowi.

Menyinggung soal keingintahuan publik terkait pengumuman nama menteri, Presiden mengatakan, dirinya akan secepat mungkin mempublikasikan nama-nama pembantunya itu. Pada dasarnya, jelas dia, pihaknya berkeinginan untuk bekerja cepat dengan berupaya menghindarkan kekeliruan.

"Dahulu kan sudah saya sampaikan, setelah dilantik akan segera, secepat-cepatnya saya sampaikan mengenai kabinet dan yang mengisi pos-pos kementerian. Nanti kan kalau sudah diumumkan kan tahu," paparnya.

Penulis: Kafka Darmawan