Delapan Orang Diperiksa Terkait Perusakan Benteng Keraton Kartasura

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) telah memeriksa delapan saksi, terkait perusakan benteng bekas Keraton Kartasura. Klarifikasi dilakukan di Mapolsek Kartasura pada Rabu dan Kamis (27-28/4).

"Rabu kemarin ada empat orang yang kita klarifikasi. Pembeli lahan, ketua RT dan warga," kata Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deni Wachju Hidajat.

Untuk empat orang saksi lainnya klarifikasi dilakukan hari ini mulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Deni mengatakan, sebenarnya ada sembilan orang yang akan dimintai klarifikasi, namun hanya delapan orang yang bisa datang. Satu orang yang menjual lahan tidak bisa datang karena berada di Lampung.

"Sebenarnya ada sembilan saksi yang kita mintai keterangan, tapi hanya delapan orang bisa datang," katanya.

Dalam pemeriksaan alat berat atau backhoe juga dihadirkan untuk alat bukti. Hasil klarifikasi yang dilakukan selama dua hari ini, lanjut dia, belum bisa simpulkan. Karena baru pada tahapan pengumpulan bukti dan keterangan saksi.

"Ini belum bisa kita simpulkan. Tunggu pengumpulan bukti dan keterangan dulu," jelasnya.

Dikatakannya, untuk mengarah kepada tersangka hanya dibutuhkan dua alat bukti ditambah keterangan saksi-saksi.

"Sebenarnya itu sudah cukup untuk menaikkan status saksi ke tersangka. Nanti akan ada gelar tersangka, tapi itu belum bisa dilakukan sebelum adanya tersangka," terang dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel