Delapan Tenaga Medis Argentina akan Diadili karena Kematian Diegor Maradona

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan tenaga medis akan diadili atas dugaan kelalaian yang berujung pada kematian legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Namun tidak disebutkan tanggal atau jadwalkan persidangan delapan tenaga medis ini.

Dikutip dari AFP, Kamis (23/6), tenaga medis yang akan diadili dalam kasus ini yaitu dokter bedah otak dan dokter keluarga Maradona, Leopoldo Luque; psiakiater Agustina Cosachov; psikologi Carlos Diaz, koordinator medis Nancy Frolini, dan empat orang lainnya termasuk dua perawat.

Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman delapan sampai 25 tahun penjara.

Maradona meninggal pada 2020 dan menurut jaksa penuntut umum, kematiannya karena kelalaian para perawat yang mengabaikannya saat menjalani rawat inap di rumah.

Maradona meninggal dalam usia 60 tahun saat dalam masa penyembahan setelah menjalani operasi penggumpalan darah di otaknya, dan setelah puluhan tahun berjuang mengatasi kecanduan kokain dan alkohol.

Dia ditemukan meninggal di tempat tidurnya dua pekan setelah operasi di rumah kontrakannya di lingkungan elit Buenos Aries. Dia disebut meninggal karena serangan jantung.

Panel ahli medis sebanyak 20 orang yang dikumpulkan jaksa penuntut umum menyimpulkan perawatan Maradona penuh dengan "kekurangan dan ketidakberesan."

Mereka mengatakan pe sepakbola itu "dapat memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup" dengan perawatan yang memadai di fasilitas medis yang sesuai.

Para ahli menemukan para perawatnya membiarkan Maradona menyerah pada nasibnya yang "menyiksa dan berkepanjangan" menjelang kematiannya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel