Delegasi 20 negara ikuti pelatihan kesiapsiagaan gempa di Bali

Sekitar 105 orang delegasi dari 20 negara mengikuti latihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi tanggap darurat gempa melalui forum International Search and Rescue Advisory Group Asia-Pacific Regional Earthquake Response Exercise (INSARAG AP ERE) 2022.

"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi tanggap darurat baik secara nasional maupun internasional guna merespon dengan cepat saat terjadi kedaruratan gempa bumi yang tidak terduga," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.

Ia mengatakan, kegiatan itu penting sebagai upaya penguatan kapasitas setiap negara dalam merespon gempa bumi yang merusak serta meningkatkan interoperabilitas perbantuan internasional pada saat tanggap darurat bencana.

Para peserta yang hadir berasal dari sejumlah lembaga seperti badan pencarian dan penyelamatan dari Malaysia, Australia, Selandia Baru, India, Jepang, Filipina, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Baca juga: Basarnas tambah 74 kapal cepat 36 knot

Baca juga: Fasilitas keselamatan di Babel ditinjau Kepala Basarnas

Sedangkan dari dalam negeri, peserta berasal dari unsur Basarnas, BNPB, Kementerian Luar Negeri, TNI, Polri serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Henri Alfiandi mengungkapkan, dengan latihan tersebut peserta diharapkan mendapatkan pengalaman dan praktik terbaik dalam merespon kejadian bencana gempa bumi dengan jaringan INSARAG.

"Selain itu latihan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan tim SAR dalam mendukung persiapan pemerintah menyambut KTT G20 bulan November 2022 mendatang yang sesuai dengan tema Presidensi G20 Indonesia yaitu Recover Together, Recover Stronger," ungkapnya.

International Search and Rescue Advisory Group Asia-Pacific Regional Earthquake Response Exercise diselenggarakan dengan sejumlah sesi pelatihan dan diskusi panel

Diskusi panel menghadirkan narasumber dari United Nations Disaster Assessment and Coordination (UNDAC), ASEAN Emergency Response and Assessment Team, International USAR Team serta Emergency Medical Team (EMT) dan sejumlah lembaga lainnya.

Baca juga: Kepala Basarnas RI sebut Bengkulu prioritas pertolongan bencana

Baca juga: Basarnas : Kalteng perlu perbanyak unit SAR di sungai