Delegasi G20 dukung tiga isu pokok bidang pertanian usulan Indonesia

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan tiga isu pokok bidang pertanian yang diusulkan Indonesia didukung seluruh delegasi G20 dalam Pertemuan Kedua Kelompok Kerja Pertanian Tingkat Deputi/Eselon I ("Second Agriculture Deputies Meeting"/ADM) di Yogyakarta.

"Member (G20), organisasi internasional, observer maupun negara undangan lainnya mendukung substansi yang kita usulkan," kata Kasdi saat konferensi pers seusai pertemuan hari kedua Second Agriculture Deputies Meeting (ADM), di Yogyakarta, Kamis.

Kasdi menyebutkan isu prioritas bidang pertanian yang diusulkan Indonesia dan dibahas dalam forum G20 itu, yakni pertama membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

"Ini memang yang terberat, karena banyak kita bahas berkaitan dengan pangan adalah membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Banyak paragraf tentang itu," ujar Kasdi.

Kedua, mendukung perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, dan transparan untuk keterjangkauan pangan untuk semua.

"Berkaitan perdagangan pertanian terbuka ada empat paragraf yang sudah kita selesaikan," katanya pula.

Isu ketiga, yakni memajukan kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui digitalisasi pertanian untuk meningkatkan penghidupan petani di daerah pedesaan.

"Tiga isu itu diterima bahkan diapresiasi kontennya," kata Chair G20 Agriculture Working Group (AWG) ini.

Dari tiga isu prioritas yang terdiri atas 27 paragraf yang didiskusikan, menurut Kasdi, masih tersisa 13 paragraf yang pembahasannya bakal dilanjutkan dalam forum "intersessional meeting" pada akhir Agustus 2022.
Baca juga: Indonesia ajak anggota G20 cari solusi tantangan pangan global
Baca juga: Mentan dorong Deputi Pertanian G20 dukung ketahanan pangan global

Tiga substansi isu itu merupakan turunan dari tema besar Pokja Pertanian G20 Indonesia "Balancing Food Production and Trade to Fulfil Food for All" yang mencerminkan komitmen G20 dalam memastikan keseimbangan antara produksi dan perdagangan untuk memenuhi pangan bagi semua.

"Tidak boleh ada batas negara, batas regional, restriksi, dan lain sebagainya," kata Kasdi lagi.

Tiga isu yang dibahas dalam forum Deputi Pertanian G20 itu bakal menjadi draf komunike yang diharapkan dapat disepakati pada pertemuan Tingkat Menteri Pertanian G20 pada akhir bulan September 2022 di Bali.

Pertemuan Kedua Agriculture Deputies Meeting (ADM) di Yogyakarta 27-29 Juli 2022 dihadiri 157 delegasi dari 20 negara anggota G20.

Sebanyak 17 negara hadir secara fisik dan tiga negara hadir secara virtual, hadir pula tujuh negara undangan, serta 13 organisasi internasional, baik secara fisik dan virtual.

Selain agenda persidangan, delegasi yang hadir secara fisik mendapatkan kesempatan mengunjungi Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran, Gunung Kidul untuk melihat berbagai upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi sistem pangan, pertanian, pertanian cerdas lingkungan, dan pertanian terintegrasi.

Selain ada pameran pertanian yang melibatkan unit kerja Kementan dan pemangku kepentingan bidang pertanian, pada hari kedua ADM bakal digelar Gala Dinner di Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pada hari terakhir, para delegasi diajak mengunjungi situs warisan budaya dunia Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Pertemuan Deputi Pertanian G20 di Yogyakarta bahas tiga isu utama
Baca juga: RI ajak anggota G20 berkomitmen hadapi tantangan pangan global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel