Demam Bitcoin Capai Honduras dengan Kehadiran ATM Kripto Pertama Kali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - ATM kripto pertama di Honduras dibuka pekan ini seiring pendukung bitcoin berusaha untuk memacu permintaan aset virtual. Hal ini setelah negara tetangga El Salvador menjadi negara pertama yang menetapkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Mesin yang dijuluki “la bitcoinera” memungkinkan pengguna untuk memperoleh bitcoin dan ethereum memakai mata uang lempira lokal. Mesin ini dipasang di menara kantor di ibu kota Tegucigalpa oleh perusahaan Honduras TGU Consulting Group.

Chief Executive TGU, Juan Mayen (28) memimpin upaya untuk membawa ATM ke Honduras dengan harapan dapat mendidik masyarakat tentang aset virtual melalui pengalaman langsung.

“Sampai sekarang, tidak ada cara otomatis untuk membeli mata uang kripto,” ujar dia dilansir dari Channel News Asia, ditulis Minggu (29/8/2021).

Ia menuturkan, Anda harus melakukannya peer-to-peer, mencari seseorang yang bersedia melakukannya, bertemu langsung dan membawa uang tunai. “Yang sangat merepotkan dan berbahaya mengingat lingkungan di Honduras,” kata dia.

Pada Jumat, 27 Agustus 2021, satu Ethereum diperdagangkan USD 3.237 atau sekitar Rp 46,61 juta (asumsi kurs rupiah di kisaran 14.400 per dolar AS). Bitcoin USD 48.140 atau sekitar Rp 693,23 juta. Jika layanan itu popular, Mayen berharap bisa memasang lebih banyak unit ATM.

Untuk membeli, pengguna harus memindai identitas resmi dan memasukkan data pribadi seperti nomor telepon.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengembang Perangkat Lunak Dibayar Pakai Kripto

Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Mayen menuturkan, banyak pengembang perangkat lunak di Honduras sudah dibayar dalam kripto. Hal itu juga akan menjadi pilihan lebih murah untuk mengirim pengiriman uang.

Pada 2020, warga Honduras yang tinggal di luar negeri terutama Amerika Serikat mengirim USD 5,7 miliar atau sekitar Rp 82,08 triliun, sekitar 20 persen dari produk domestic bruto (PDB) dalam bentuk remitansi.

Kongres El Salvador pada Juni 2021 menyetujui sebuah proposal oleh Presiden Nayib Bukele untuk menjadikan negara pertama di dunia yang adopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Di tempat lain di wilayah tersebut, anggota parlemen mempresentasikan rancangan undang-undang di Panama yang mengatur penggunaan bitcoin dan statusnya sebagai alat pembayaran yang sah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel