Demam BTS Meal Sampai ke McD Sarinah Malang, Polisi Ambil Sikap

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kerumunan para driiver ojek online (Ojol) terjadi di McDonalds Sarinah, Basuki Rahmat, Klojen Kota Malang, Rabu, 9 Juni 2021. Kerumunan ini dipicu oleh promosi paket makanan dengan harga yang cukup murah dalam jumlah yang banyak, yakni 'limited time collab the BTS meal'.

Kapolsek Klojen, Komisaris Polisi Nadzir Syah Basri mengatakan, pengelola McD Sarinah tidak menduga bahwa akan terjadi kerumunan hingga antrean mengular akibat promosi paket makanan yang mereka tawarkan. Setelah mendapat laporan dan mendatangi lokasi, polisi akhirya meminta aplikasi Ojol yang menjual promosi di McD ini untuk sementara ditutup.

"Yang jelas ini tadi sifatnya mendadak. Sehingga tidak ada perkiraan dari pihak mcd, orang datang membuat kerumunan. Kemudian kita cek, kemudian kita koordinasi sama manajer, agar aplikasi itu ditutup sementara dulu," kata Nadzir.

Baca juga: Yasonna: Pasal Penghinaan Presiden Bukan untuk Jokowi Saja

Polisi mengatakan, hasil pantauan di lokasi paket makanan yang disediakan oleh McD Sarinah sebanyak 200 paket. Tetapi fakta di lapangan melebihi jumlah itu sehingga menyebabkan kerumunan driver Ojol. Akhirnya, polisi meminta pengelola restoran cepat saji ini untuk segera menutup toko mereka di aplikasi ojol.

"Sedangkan yang sudah terlanjur di sini tetap dilayani sampai habis. Kerumunan ini cepat diatasi. Dan tidak terjadi kerumunan. Menurut keterangan manajer mencapai 200 paket yang dibatasi. Tapi faktanya lebih dari itu. Makanya kita stop kerja sama dengan Grab dan Gojek agar aplikasi ditutup sementara, supaya tidak bertambah terus," ujar Nadzir.

Nadzir mengatakan, driver Ojol yang mengantre paket makanan tidak menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Para driver Ojol ini berkerumun. Tetapi karena para driver Ojol terlanjur menerima pesanan dari customer maka diputuskan sekira pukul 12.00 WIB aplikasi di Ojol ditutup sementara.

"Tidak taat prokes, justru itu kita bubarkan. Tadi ada solusi, karena sudah terkait aplikasi dan sebagainya, kesulitan akhirnya kita habiskan dan layani yang di sini bagi yang sudah terlanjur pesan. Sedangkan untuk yang pesan lewat aplikasi tidak boleh lagi dan di-pending," tutur Nadzir.

Polisi bahkan harus diturunkan untuk mengatur antrean para driver Ojol. Polisi membuat barisan agar para driver Ojol berjarak dan tidak berkerumun. Mereka dibantu oleh Satpol PP dan Satgas COVID-19. Soal sanksi diserahkan ada Satgas COVID-19 Kota Malang.

"Kita mengatur antrean. Kita tadi menyuruh bubar, akan tetapi ada kesulitannya karena sudah ada pembayaran dan transaksi, kita namanya hubungannya dengan perut kita kasih kebijaksanaan, yang sudah ada di sini, agar tidak terjadi permasalahan," kata Nadzir.