Demam? Ini Alasan Perlu Ganti Cairan dengan Minuman yang Mengandung Ion

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Demam merupakan salah satu gejala ditimbulkan ketika ada sesuatu yang nggak beres dalam tubuh. Ketika tubuh mengalami demam yang terus-menerus bisa merupakan tanda dari kondisi kesehatan serius.

Namun demam yang sifatnya sementara, jadi tanda atau respon tubuh karena adanya infeksi virus atau bakteri atau peradangan. Ya, peningkatan suhu tubuh atau demam adalah cara tubuh untuk melawan bakteri atau virus agar berkembang lebih lambat.

Ukuran seseorang (orang dewasa) terkena demam suhunya adalah 37.5°C. Dalam keadaan normal kisarannya dari 36.1°C sampai 37.2°C. Nah yang harus dipahami bahwa demam itu bukan merupakan penyakit karena akan hilang sendirinya setelah satu sampai tiga hari.

Lalu yang harus kamu ketahui dari demam adalah dehidrasi. Ya, saat demam tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat dan hal ini memicu dehidrasi.

Meski demam dalam keadaan normal nggak membahayakan, namun ketika tubuh mengalami dehidrasi akibatnya justru dapat membahayakan bila nggak diatasi dengan tepat.

Itu karena, saat demam kita nggak sadar bahwa tubuh mengeluarkan lebih banyak cairannya sebanyak 12% setiap kenaikan 1°C. Cairan tubuh yang keluar ini ternyata bukan hanya air saja, tetapi juga mengandung ION yang sangat diperlukan tubuh seperti natrium, kalium, magnesium, klorida, ­kalsium bikarbonat dan fosfat.

Oleh karena itu, mengapa ketika demam, kita dianjurkan untuk mengonsumsi minuman isotonik. Alasannya jelas karena demam menyebabkan dehidrasi dan minuman isotonik dapat menggantikan cairan yang hilang.

Selain itu, minuman isotonik dapat mengembalikan daya tahan tubuh akibat kekurangan cairan. Nah sekarang, pilihlah minuman isotonik yang memiliki komposisi mirip dengan cairan tubuh sehingga diserap lebih cepat dan cepat gantikan cairan dan ion tubuh yang hilang.

(*)