Demi Cucu Ikut Kelas Online, Nenek Ini Rela Kuras Tabungan untuk Beli Handphone

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Corona Covid-19 berimbas terhadap berbagai sektor. Salah satu sektor yang sangat signifikan terkena imbasnya adalah di bidang pendidikan. Banyak sekolah dan perguruan tinggi yang ditutup untuk sementara. Akibatnya siswa dan mahasiswa tidak bisa datang ke sekolah dan kampus untuk belajar.

Para guru dan dosen pun juga tidak datang ke tempatnya mengajar tersebut. Untuk membuat para anak didik dapat mengikuti pelajaran yg diberikan pengajar, pihak terkait menerapkan kelas online dengan menggunakan smartphone. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat dilakukan dari kediaman masing-masing.

Namun sayangnya tidak semua anak didik memiliki smartphone untuk mengikuti kelas online terutama siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Seperti salah satu siswa asal Thailand ini. Ketika pendidikan di Thailand menerapkan sistem e-learning pada masa pandemi ini, ia kesulitan untuk mengikutinya karena tidak memiliki smartphone ataupun tablet.

Melihat hal itu, nenek dari siswa itu berniat membelikan cucunya sebuah smartphone agar bisa mengikuti kelas online. Namun yang mengharukan adalah nenek tersebut rela menguras tabungannya membeli smartphone untuk sang cucu.

Hanya Membawa Uang Rp 900 Ribu

Demi Cucu Ikut Kelas Online, Nenek Ini Rela Kuras Tabungan untuk Beli Smartphone (Sumber: World of Buzz)

Kisah nenek dan cucunya yang membeli smartphone ini dibagikan oleh seorang lelaki bernama Jatupol Boriboon di media sosial. Ia adalah seorang pegawai toko smartphone di sebuah mall. Ketika itu ia melihat nenek dan cucunya tersebut datang ke toko tempat Jatupol bekerja.

Ketika nenek dan cucunya tersebut berkeliling melihat smartphone, Jatupol bergegas untuk melayani keduanya. Sang nenek pun kemudian bertanya kepadanya.

"Apakah anda memiliki ponsel yang kurang dari harga Rp 900.000?" tanya sang nenek kepada Jatupol seperti dikutip oleh Liputan6.com dari World of Buzz, Sabtu (23/5/2020).

Untuk memahami kebutuhan nenek dan cucunya tersebut, ia kemudian bertanya siapakah yang akan menggunakan smartphone. Sang nenek menjawab bahwa itu untuk cucunya yang membutuhkan untuk kelas onlinenya.

Karena ia hanya memiliki sedikit uang, Jatupol memintanya untuk mencari perangkat yang sedang dipromosikan. Namun, untuk membeli telepon itu, ia masih perlu berlangganan paket internet bulanan.

Sebaiknya Tidak Membebani Orangtua Secara Finansial

Tidak diketahui apakah nenek itu berhasil membeli smartphone pada hari itu atau tidak, tetapi Jatupol melanjutkan unggahannya dengan beberapa kalimat.

“Pembelajaran online adalah inisiatif yang bagus, tetapi untuk anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, itu adalah hak istimewa," tulis Jatupol.

“Sebagian besar siswa sekolah dasar tidak memiliki smartphone dan sekarang mereka memiliki kelas online yang akan membebani beberapa orangtua,” lanjut Jatupol.

Pria itu lebih lanjut menjelaskan bahwa memang benar siswa dapat menggunakan TV untuk mendapatkan pelajaran online tetapi bagaimana dengan rumah tangga yang sangat miskin sehingga tidak mampu memiliki TV? E-learning adalah inisiatif yang baik tetapi akan lebih baik jika tidak membebani orangtua secara finansial.

Unggahan Jatupol itupun memicu debat yang cukup besar di media sosial khususnya Twitter. Hingga kini unggahan tersebut sudah mendapat lebih dari 23.000 komentar dan sudah dibagikan lebih dari 169.000 kali.