Demi Cukupi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Menlu Retno: Siang Malam Indonesia Berdiplomasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangerang Demi mencukupi kebutuhan vaksin COVID-19, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan, siang malam Pemerintah Indonesia terus berdiplomasi. Upaya ketersediaan vaksin COVID-19, Indonesia bekerja sama secara bilateral dan multilateral.

Terlebih lagi situasi perkembangan COVID-19 dunia, sejumlah negara mengalami peningkatan kasus COVID-19 dan negara, seperti India menutup akses pengiriman vaksin COVID-19 ke luar negaranya. Tak ayal, terjadi perlambatan pengiriman vaksin COVID-19 di berbagai negara.

"Kita prihatin menyaksikan gelombang baru COVID-19, banyak negara dunia ditemukan varian (virus Corona) baru dan menyebabkan semakin terjadinya pengiriman perlambatan vaksin di seluruh dunia," kata Retno saat menyambut kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 26 April 2021.

"Situasi ini membuat Pemerintah bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin COVID-19 aman dan dapat tercukupi untuk program vaksinasi nasional. Siang malam, kami terus berdiplomasi dan berdiskusi agar kebutuhan vaksin kita tercukupi."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Indonesia Posisi Ketiga Vaksinasi COVID-19 di Asia

Paramedis menyuntikkan vaksin COVID-19 secara drive thru kepada penumpang sepeda motor di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Halodoc, Gojek, dan Pemkot Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)
Paramedis menyuntikkan vaksin COVID-19 secara drive thru kepada penumpang sepeda motor di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Halodoc, Gojek, dan Pemkot Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kegigihan berdiplomasi soal vaksin COVID-19 membuat Indonesia sejauh ini menduduki posisi ketiga dengan pemberian vaksinasi COVID-19 tercepat di kawasan Asia.

"Posisi kita setelah Tiongkok dan India. Program vaksinasi ini pun harus terus didukung dan dijalankan. Tentunya, bukan ikhtiar yang mudah, tapi ikhtiar ini akan terus dilakukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Retno mengatakan, kita harus selalu mencermati perkembangan COVID-19 di dunia. Terlebih lagi belajar dari munculnya gelombang baru COVID-19 di sejumlah negara.

"Kita harus mencegah agar kejadan serupa tidak terjadi di Indonesia. Upaya mencegah dapat dilakukan jika kita semua terus disiplin menjalankan protokol kesehatan," lanjutnya.

"Perang lawan COVID-19 masih jauh dari selesai. Diperlukan kerja sama dan persatuan antara kita melawan virus Corona secara bersama-sama."

Infografis Sinovac Belum Termasuk Vaksin Covid-19 Syarat Umrah

Infografis Sinovac Belum Termasuk Vaksin Covid-19 Syarat Umrah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Sinovac Belum Termasuk Vaksin Covid-19 Syarat Umrah. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: