Demi Ketemu Pacar, Ibu Tinggalkan Balita Sendirian Hingga Meninggal

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang ibu di Tokyo, Jepang, ditangkap polisi atas kasus kematian putrinya yang berusia 3 tahun. Si ibu diduga tega meninggalkan putrinya sendirian di rumah mereka selama lebih dari satu minggu.

Menurut laporan Kyodo News, Saki Kakehashi dilaporkan mengakui kepada polisi kalau dia meninggalkan putrinya, Noa, di rumah mereka di Kawasan Ota, Tokyo. Dia pergi untuk menemui pacarnya di Perfektur Kagoshima pada 5 Juni.

Dilaporkan Nippon, polisi kemudian menangkap ibu berusia 24 tahun itu atas dugaan penelantaran sebagai pengasuh yang mengakibatkan kematian.

"Dia meninggalkan rumahnya selama beberapa hari atau kembali tengah malam, membiarkan putrinya tidak dijaga," kata seorang teman wanita itu kepada polisi dikutip laman Nextshark.

Dia dilaporkan mengatakan kepada polisi kalau dia ingin bersantai karena lelah mengasuh anaknya. Dia meninggalkan teh dan makanan, serta menyalakan AC sebelum pergi selama delapan hari.

Setelah kembali ke rumah pada 13 Juni, Kakehashi dilaporkan menelepon hotline darurat dan mengatakan putrinya tidak bernapas. Noa kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Kakehashi mengatakan kepada petugas bahwa dia tidak mengira putrinya meninggal dan akan baik-baik saja baginya meninggalkan putrinya sendirian di rumah mereka. Ibu itu awalnya mengaku kepada polisi kalau Noa menderita suatu penyakit dan tidak punya biaya untuk membayar pengobatan anaknya.

Dalam laporan autopsi, petugas forensik menentukan penyebab kematiannya adalah dehidrasi dan kelaparan parah. Perut Noa juga dilaporkan kosong. Noa menderita atrofi timus, sebuah kondisi di mana timus (organ limfoid yang terletak di leher) menyusut ukurannya. Kondisi ini biasanya diobservasi pada anak-anak korban kekerasan atau penelantaran.

Ruam juga ditemukan pada bokong balita itu, menandakan kalau popoknya tidak diganti dalam waktu lama saat dia ditinggal sendirian. Balita itu juga tidak pernah datang ke pusat penitipan anak selama lebih dari satu tahun.

Ibunya diduga mencoba untuk bunuh diri setelah menemukan anaknya tidak bergerak.