Demi Klaim Asuransi, Pasutri di Riau Bunuh dan Bakar ODGJ

Merdeka.com - Merdeka.com - Hendra (49) dan istrinya Susiani (34) tega membunuh lalu membakar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam mobil. Mereka melakukan perbuatan itu demi mengklaim asuransi Prudential.

Susiani berpura-pura melaporkan Hendra yang tewas dalam mobil yang terbakar itu. Padahal yang tewas adalah ODGJ.

Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko mengatakan pelaku Susiani melaporkan suaminya tewas dalam mobil yang terbakar itu. Perempuan itu menolak mayat diautopsi.

"Dari awal kita curiga melihat Susiani yang tak ingin jenazah itu diautopsi. Dia bilang itu suaminya, tapi penyidik melakukan pendalaman," kata Indra kepada merdeka.com Selasa (1/11).

Keberadaan Hendra Terlacak

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, polisi langsung bergerak cepat untuk mengungkap kasus yang telah membuat geger tersebut. Polisi mencurigai orang yang hangus di dalam mobil sengaja dibakar.

Selidik punya selidik, akhirnya polisi mengetahui HP milik Hendra yang awalnya disebut sebagai korban, sudah berganti nomor. Polisi mengendus Hendra berada di daerah Siak Hulu, Kampar. Polisi langsung bergerak memburu orang yang diduga sebagai pelaku.

"Kita cari tahu HP Hendra yang dilaporkan terbakar dalam mobil, ternyata dia masih hidup dan berada di Kampar," jelas Indra.

Polisi langsung mencari keberadaan Hendra di Kampar. Tak butuh waktu lama, akhirnya Hendra ditangkap. Pria yang berpura-pura mati itu dibawa ke Mapolres Bengkalis untuk pemeriksaan.

Korban Diculik Lalu Dibunuh

Karena Hendra masih hidup, lalu siapa orang yang tewas dalam mobil? Penyidik lalu mengusut dan mendalami identitas korban. Ternyata, orang yang hangus terbakar tersebut adalah ODGJ.

"Pelaku Hendra mengakui perbuatannya, dia menyampaikan bahwa korban yang dibakarnya merupakan ODGJ yang biasa berada di Jalan Hang Tuah, Duri. Pelaku menculik korban lalu membunuh dan membakarnya bersama mobil mereka," kata dia.

Indra mengatakan, Susiani istri Hendra juga ditangkap. Susiani dinilai bersalah karena tahu pembunuhan itu tapi tidak melapor ke polisi. Susiani justru menyebut suaminya yang tewas di dalam mobil tersebut.

"Kedua pelaku berkomplot melakukan pembunuhan itu demi klaim asuransi Prudential," pungkas Indra. [yan]