Demi Kurangi Limbah Makanan, Kepala Sekolah di China Makan Sisa Makanan Siswa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Beijing - Pemerintah pusat China menerapkan undang-undang baru pada April, yang mendenda restoran dan pelanggan mereka karena sisa makanan yang berlebihan, guna mengurangi limbah makanan.

Sebagai upaya untuk mengurangi limbah makanan, seorang kepala sekolah swasta memutuskan untuk menciptakan kesadaran di kalangan siswanya sambil menyoroti pentingnya makanan dalam kehidupan.

Kepala sekolah yang berusia 58 tahun, Wang Yongxin, memakan semua sisa makanan di kantin sekolah untuk memperingatkan mereka agar tidak membuang makanan, seperti dilansir dari Malay Mail, Rabu (15/09/2021).

Sebuah video, menunjukkan Yongxin menunggu di dekat tempat sampah kafetaria dan menghalangi para siswa untuk membuang sisa makanan mereka, sambil memakan sisa makanan.

Para siswa yang melihat makanan sisanya dimakan Yongxin, merasa malu dan berusaha untuk menghabiskan makanan mereka setelah disarankan untuk tidak membuangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Upayanya Berhasil Menyadarkan Siswa

Ilustrasi Makanan Sehat Credit: unsplash.com/Anna
Ilustrasi Makanan Sehat Credit: unsplash.com/Anna

Yongxin menjelaskan bahwa dia telah makan tiga kali sehari dari sisa makanan siswa sejak minggu lalu. Dia juga menambahkan bahwa dia memakan makan siang yang belum selesai dari tujuh siswa saat istirahat makan siang minggu lalu.

“Saya ingin menjadi panutan bagi anak-anak saya, menunjukkan kepada mereka bahwa membuang-buang makanan itu tidak baik. Pendekatan saya telah mengejutkan bukan hanya para siswa, tetapi juga para pengajar,” ujar Yongxin.

“Ketika mereka melihat saya memakan sisa makanan teman sekelas mereka, beberapa anak menghabiskan makanan mereka. Sekarang beberapa siswa memberi tahu staf berapa banyak makanan yang mereka butuhkan, yang membantu mengurangi limbah makanan, ”tambahnya.

Aksinya Dikhawatirkan Orang-orang

Selain memuji dia karena berpikir di luar kebiasaan untuk meminimalisir limbah makanan, orang lain mengkhawatirkan potensi bahaya kesehatan.

“Baik untuk berhemat, tetapi memakan sisa makanan orang lain adalah contoh buruk untuk pengendalian epidemi. Mungkin mereka harus memikirkan cara lain untuk mendidik para siswa,” kata seorang pengguna internet.

Namun, Yongxin tidak peduli dengan komentar negatif itu, karena makanan dibuat di dapur yang sama.

Dia juga mengatakan bahwa dia menganggap murid-muridnya sebagai anak-anaknya sendiri, sehingga dia tidak keberatan memakan makanan mereka yang belum selesai untuk tujuan yang baik.

“Semuanya dari dapur yang sama. Semua siswa dan guru makan di sini. Saya menganggap anak-anak sebagai anak saya sendiri, jadi tidak ada batasan dalam pikiran saya,” katanya.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel